Labels

Tampilkan postingan dengan label Kliping Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kliping Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

Kelebihan Oli Multigrade

Sesuai perkembangan teknologi mesin, kini hampir semua produk pelumas tidak ditemui lagi oli single grade. Ya, oli yang hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Bisa dikatakan, semua pabrikan menawarkan oli multi grade. Misal, SAE20W-50.

Kelebihan oli multi grade ini tentu bisa menjangkau perbedaan suhu. Misalnya ketika motor atau mesin dipakai di tempat dingin atau panas. Kondisi ini membuat proteksi pelumasan ke engine lebih maksimal. Karena oli mampu bekerja di suhu panas dan dingin.
referensi dan sumber bacaan : otomotif.net

Tips Sebelum anda Memilih Model Transmisi


Klipingkita.com - Sebelum Anda memilih mobkas bertransmisi manual atau otomatis, silakan perhatikan panduan ringan berikut ini. Biasanya transmisi ma­nual (M/T) lebih awet diban­dingkan versi otomatis (A/T) lantaran dalam perawatannya tidak memerlukan pelumas.

Sayangnya, banyak pengemudi yang menggantung setengah kopling terutama saat melewati rute menanjak sehingga membuat pelat kopling cepat aus. Padahal bila Anda harus membeli satu set kopling transmisi manual terbilang cukup mahal.

Sementara itu bila Anda pernah mencoba salah satu mobkas bertransmisi otomatis, seperti Toyota Vios atau Rush, pasti terasa kurang responsif ketimbang yang bertransmisi manual. Nah, ketika membeli mobkas matik, ada baiknya konsumen menguras oli transmisi agar lebih optimal dan ‘sehat’.
referensi dan sumber bacaan :otomotifnet

Royal Enfield Classic Chrome, Dibekali Injeksi Segera Meluncur di India


Klipingkita.com-Royal Enfield motor klasik asal Inggris yang kini jadi milik perusahaan India bakal meluncurkan produk baru. Nama produk tersebut adalah Royal Enfield Classic Chrome 500.

Meski klasik, varian ini sudah dilengkapi dengan pengkabutan bahan bakar tipe injeksi. Seperti dilaporkan autoplugged, rencana ini terendus lewat situs resmi Royal Enfield yang telah mengupload Classic Chrome ke dalam jajaran produk mereka.

Classic Chrome merupakan salah satu motor yang diperkenalkan Royal Enfield di ajang Indian Auto Expo tahun 2010 silam. Produk terbaru dari Royal Enfield ini sebenarnya hanyalah versi upgrade Classic 500 dengan tampilan krom dengan cat merah marun yang menggoda.

Namun ternyata tanpa disangka Classic 500 versi cantik ini cukup menuai banyak perhatian bikers India. Tema yang diangkat dalam tampilan Classic Chrome dan Classic 500 ini kurang lebih sama yakni tema motor Inggris klasik di tahun 1950an yang simpel, proporsional dan harmonis.

Hal tersebut terlihat dari sepatbor pelat krom dan jok kulit dengan pegas yang membuat motor ini terlihat jadul. Tema jadul ini juga terlihat dari sektor dapur pacu yang menggunakan mesin 500cc 4 tak berpendingin udara yang masih menggunakan sistem OHV (Over Head Valve).

Walaupun demikian Royal Enfield tetap peduli dengan emisi yang dikeluarkan Classic Chrome, sehingga digunakanlah sistem injeksi agar lebih ramah lingkungan.

Paduan mesin lama dengan sistem karburasi modern ini menghasilkan tenaga 27.2 dk di 5250 rpm dan  torsi 41.3 Nm di 4000 rpm
referensi dan sumber bacaan : otomotifnet

LED Roofrail Biar Tak Pusing Saat Turing


Klipingkita.com - Adalah Yoeliyono, Candra dan Susanto. Mereka bertiga pengguna Toyota Fortuner 2.5 G D4d (disel) lansiran 2009-2010, dan tergabung dalam komunitas yang sama yakni Semarang Fortuner Community (SFC). Komunitas pengguna suv gambot asal Semarang tersebut doyan modifikasi, sekaligus kecepatan. Mereka rela benamkan piggyback Dastek Unichip Q+, serta pasang intercooler. Malah Candra adopsi Top Mount Intercooler milik Toyota Hilux.

Sedangkan Yoeliyono yang juga kebetulan wakil ketua SFC sampai mengaplikasi WMI (Water Methanol Injection). Makin cool karena kaki-kaki disupport pelek lingkar besar R20 inci. Pastinya tak hanya mereka bertiga, hampir semua anggota SFC lakukan hal sama.

Seperti komunitas klub mobil lainnya, kegiatan turing juga merupakan salah satu agenda mereka. Nah di sinilah keterkaitan aplikasi lampu led berwarna biru yang ditanam pada palang tengah roofrail menguatkan hal itu, disamping bertujuan mempermanis tampilan.

Maksudnya bagian atap enggak dibiarkan kosong tanpa aksesori. Menurut mereka, aplikasi led tersebut berguna kala mereka jalan berombongan. Yakni mengindikasikan mereka sedang lewat. Ketimbang memasang rotator lamp yang sudah enggak boleh diaplikasi sembarangan dan lebih berkesan arogan. Lantas warna biru dipilih karena diklaim lebih terang ketimbang Putih atau Kuning.

Secara singkat aplikasi lampu led enggak merusak apalagi mempengaruhi kelistrikan mobil. Karena watt-nya kecil sekitar 3 watt. Sedangkan jumlah led yang dipasang disesuaikan dengan panjang plat dudukan led antara tiang roffrail kiri dan kanan.

“Kalau dihitung ada 8 kotak lampu led. Masing-masing kotak itu terisi 4 lampu led yang saling terkoneksi. Total semua 32 led. Posisi kabelnya menelusup lewat kaki dudukan roofrail dan ke plafon, lalu tersambung pada modulnya,” urai Yoeliyono yang juga owner Karoseri Center (KC) Semarang, tempat dimana led itu bisa dipinang sekaligus diaplikasi.

 Bila ditotal dayanya kurang dari 100 watt
Modul pengaturan led diletakkan pada bagian bawah konsol dasbor. Ketika dinyalakan ada 8 program kedipan yang bisa dipancarkan led itu. Bisa kedip semua, nyala kiri atau kanan saja, kedip ala running dan sebagainya. Sinarnya terang lho, padahal coba dinyalakan siang hari. Selain itu tampilannya juga ringkas. Bandingkan kalau pasang rotator lamp. Mau tahu harganya? Sekitar Rp 2,5 juta, termasuk pasang. 
referensi dan sumber bacaan : otomotinet

Noken As ORF KLX 150, Special Buat Adventure


 Kebutuhan adventure
Klipingkita.com-Orlando Racing Factory (ORF) mengeluarkan kem untuk Kawasaki KLX150. Camshaft yang mengusung spesifikasi khusus untuk kebutuhan adventure ini butuh ubahan sedikit di kepala piston. Seher kudu dicoak lebih dalam 1 mm di bagian tonjokan klep in dan out.

“Biar aman. Soalnya angkatan klep jadi 8 mm. Tapi, kem ini tinggal pasang tanpa ubah sitting klep,” kata Deni Orlando, pemilik ORF, Solo, yang membanderol kem ORF ini Rp 450 ribu. 

Juga durasi valve berubah. Disesuaikan kebutuhan adventure. Durasi klep in membuka 15 sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 50 setelah TMB (Titik Mati Bawah).

Klep buang membuka 55° sebelum TMB dan menutup 15 setelah TMA. “Tenaga putaran bawahnya akan terasa cepat,” ujar Deni yang bisa didatangi di Jl. Rajawali 1 B4-5, Ruko Pasar Gentan, Solo. Telepon (0271) 2004100.
referensi dan sumber : otomotifnet