Labels

Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

Nova, Anjing Betina Tertinggi di Dunia




Dengan tinggi 5 kaki 11 inci (sekitar 1,5 meter), Anjing jenis Great Dane ini secara resmi dinobatkan sebagai anjing betina tertinggi di dunia.

Berat badannya lebih dari 70 kg, Anjing betina yang diberi nama Nova oleh sang pemiliknya Ann Suplee asal Addison, Illinois, baru-baru ini menerima gelar sebagai anjing betina tertinggi di dunia oleh Guinness Book of Records.



“Saya ingin Nova mendapatkan pengakuan ini, karena dia anjing yang baik dan dia layak untuk itu.” tutur Ann yang mengaku sangat bangga dengan anjing peliharaannya ini.
Karena ukurannya yang besar, Ann bahkan mempunyai panggilan khusus untuk anjingnya ini yakni ‘Super-Nova’.







SUMBER

Kamis, 21 Juli 2011

"Ansonia Latidisca" Katak Yang Tidak Pernah Terlihat Sejak 1924

"Ansonia Latidisca" Katak Yang Tidak Pernah Terlihat Sejak 1924  - "Ansonia latidisca", atau sering dijuluki sebagai "katak sungai Sambas" atau "katak pelangi Borneo", adalah spesies katak kecil yang ditemukan kembali pada tahun 2011 setelah tidak pernah terlihat lagi semenjak tahun 1924.

Spesies ini dapat ditemui di Indonesia dan Malaysia. Habitat alaminya adalah sungai dan hutan tropis atau subtropis yang lembab di dataran rendah. Katak ini terancam karena kehilangan habitat aslinya.Ciri-ciri katak ini berukuran kecil, dengan panjang antara 30 hingga 50 mm.Mereka punya kaki kurus panjang dan kulit belakang berwarna hijau terang, ungu dan merah. Memiliki bintik-bintik berwarna pada kulit belakang yang tidak rata tetapi "berkerikil" dan mirip kutil.
Ahli amfibi Robin Moore memberitahu National Geographic bahwa kulit sejenis ini biasanya merupakan tanda-tanda adanya kelenjar racun.
Herpetolog Indraneil Das, pemimpin tim yang menemukan kembali katak ini, menjuluki warna katak ini "seperti lumut" dan menjelaskan bahwa hal tersebut mungkin merupakan adaptasi untuk Ansonia latidisca berkamuflase di kulit pohon yang berlumut.
Menurut daftar Global Search for Lost Amphibians yang dibuat oleh Conservation International pada tahun 2010, katak Ansonia Latidisca merupakan salah satu dari 10 katak yang paling dicari di dunia. Katak ini sudah tidak terlihat semenjak tahun 1924. Sebelum ditemukan kembali, gambaran tentang katak ini diperoleh dari spesimen yang dikumpulkan pengelana pada tahun 1920-an.
Pada Juli 2011, ilmuwan dari Universitas Malaysia Sarawak yang dipimpin oleh Dr. Indraneil Das menemukan dan mengambil gambar tiga spesimen di Gunung Penrissen, Sarawak Barat.Para ilmuwan menolak memberi tahu letak pasti si katak karena takut disalahgunakan oleh pemburu gelap dan penjual binatang peliharaan internasional.


SUMBER

Rabu, 20 Juli 2011

Ya Tuhan, Kambing Kembar Ini Terlahir Tanpa Kaki!


Parjiyo (45), warga Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul, DI Yogyakarta, tidak menyangka kambing yang dipeliharanya melahirkan anak kembar tanpa kaki.

Kedua anak kambing berjenis kelamin jantan dan betina tersebut lahir pada Jumat (15/7/2011) lalu. Saat itu, Parjiyo baru pulang dari sawah dan hendak memberi makan kambing yang berada di dalam kandang di samping rumahnya.

Sesampainya di kandang kambing, ia pun kaget karena anak kambing yang lahir tidak ada kakinya. "Saya memelihara kambing sejak lima tahun yang lalu dan sudah dua kali ini terjadi keanehan. Yang dulu beranak dua ekor, satu tidak mempunyai kaki. Sekarang malah kedua-duanya tidak punya kaki," ujar Parjiyo.

Lebih lanjut, Parjiyo menjelaskan, induk kambing berasal dari menggaduh kambing milik Gereja Patalan, bantuan pascagempa bumi Mei 2006. Awalnya dia hanya memelihara dua ekor, kini sudah beranak pinak menjadi enam ekor.

Menanggapi keanehan ini, Parjiyo mengaku tidak memiliki firasat apa-apa karena kehamilan induk kambingnya juga normal. Baginya, peristiwa ini dianggap sebagai keanehan.

Kini, keajaiban tersebut menjadikan banyak warga di desa setempat menjadi heran dan berbondong-bondong untuk menyaksikan kambing aneh ini. Karena induknya tidak mau menyusui, terpaksa Parjiyo menggunakan dot untuk menyususi dua anak kambing tersebut.

Sudah lima hari ini dia membeli susu segar dari peternakan sapi, tak jauh dari rumahnya. Meski sedikit merasa kecewa, Parjiyo berniat akan terus memelihara anak kambing tanpa kaki tersebut semampunya.

Jika ada seseorang ingin membelinya, maka ia akan merelakannya. "Sebenarnya saya kecewa karena sudah payah memelihara dan ngasih makan, kok lahirnya cacat seperti ini," kata Parjiyo. 
 

Selasa, 19 Juli 2011

Ular Piton Pecandu Rokok

Ular Piton yang satu ini punya kebiasaan aneh. Menu santapannya sehari-hari bukan daging, seperti kebanyakan makanan ular lainnya, melainkan rokok. Ular piton pecandu rokok. Tak ayal kelakuan aneh si ular peliharaan Solihon menarik warga datang untuk datang melihat. Saban hari, rumah Solihin di Desa Beringin, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, tak pernah sepi dari pengunjung.


"Awalnya saya gak percaya, tapi setelah lihat sendiri, piton ini bener-bener ahli hisap," kata Rasimin, warga Desa Sangger Agung, Kecamatan Socah, Rabu, 4 Mei 2011.

Tak hanya takjub, sebagian besar pengunjung yang datang juga memberikan rokok kepada pemilik ular. Rokok itu dimaksudkan untuk makanan si ular piton bersisik seperti karang warna keemasan tersebut. "Supaya meringankan biaya rokok pemilik ular," ujar Rasimin.

Solihin menuturkan bahwa ia menemukan ular sepanjang 3 meter itu di gua Batu Tambin, Desa Baengas, sekitar 3 kilometer sebelum Jembatan Suramadu, sekitar dua bulan lalu. Dia lantas membawa ular itu ke rumah. Namun ketika diberi makan daging, si Piton sama sekali tak tertarik untuk memakan daging itu.

Mata sang ular malah terus menatap pada rokok yang diisap Solihin. Penasaran, Solihin pun menjulurkan rokok itu ke si ular. Ternyata Piton itu langsung mengisap rokok tersebut. "Sekarang saya cuma kasih rokok, sehari bisa habis sebungkus," ujar Solihin.

Untuk memberikan santapan rokok, Solihin lebih dahulu menyulut rokok. Setelah menyala, lalu dimasukkan ke mulut Piton.

Karena keunikan itu, kata pria yang akrab disapa Pak So ini, banyak orang menawar ular Piton itu hingga jutaan rupiah. Namun, dia menolak dan memilih untuk memeliharanya sendiri.
 

Sabtu, 16 Juli 2011

Intip Cahaya & Eksotisme Malam Kunang-Kunang yuk..

Kunang-kunang termasuk dalam keluarga kumbang dari ordo Coleoptera. Terdapat lebih dari 2000 spesies kunang-kunang yang tersebar di daerah tropis di seluruh dunia. Mereka dapat ditemukan di tempat-tempat lembab, seperti rawa-rawa dan daerah yang dipenuhi pepohonan.
Di daerah lembab itulah kunang-kunang menemukan banyak sumber makanan untuk para larva.





Kita mengetahui bahwa kunang-kunang keluar pada malam hari, namun ada juga kunang-kunang yang beraktivitas di siang hari. Mereka yang keluar siang hari ini umumnya tidak mengeluarkan cahaya. Hanya beberapa kunang-kunang yang mampu mengeluarkan cahaya bila berada di tempat gelap.



Tapi kenapa ya, kunang-kunang mengeluarkan cahaya? Bagaimana mereka tahan dengan panas yang ditimbulkan cahayanya? Itulah uniknya kunang-kunang! Cahaya yang mereka hasilkan adalah cahaya tanpa panas yang dinamakan Luminescence.

Luminescence pada tubuh kunang-kunang dihasilkan oleh suatu zat bernama Luciferin. Nah, zat Luciferin ini bergabung dengan oksigen untuk mengeluarkan cahaya.



Tahu tidak, walaupun para ilmuwan sudah dapat membuat jenis cahaya yang sama dengan yang dihasilkan kunang-kunang, para ilmuwan tetap harus mengambil beberapa unsur dari tubuh kunang-kunang, karena para ahli kimia belum dapat membuat zat seperti itu. Hal tersebut masih menjadi misteri alam hingga kini.



Bayi Kunang-kunang

Pada kunang-kunang dewasa, selain untuk memberi peringatan tanda bahaya, cahaya pada tubuhnya berfungsi untuk menarik perhatian pasangannya. Tidak hanya kunang-kunang dewasa, bayi kunang-kunang yang masih berupa larva juga mengeluarkan cahaya. Cahaya pada larva berguna untuk memperingatkan hewan lain yang akan memangsa mereka agar tidak mendekat.



Setelah terjadi perkimpoian, kunang-kunang betina akan meletakkan telur-telurnya dibawah permukaan tanah. Telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva setelah 3-4 minggu dan akan terus diberi makan hingga musim panas berakhir. Setelah kira-kira 1-2 minggu dari berakhirnya musim panas, larva tersebut akan berubah menjadi pupa, kemudian berubah menjadi kunang-kunang dewasa.


Menjadi Lentera

Seperti pada beberapa hewan lainnya, kunang-kunang juga memiliki arti penting dalam beberapa legenda dan kebudayaan. Dalam mitologi bangsa Maya, kunang-kunang sering dikaitkan dengan bintang. Kunang-kunang juga dianggap mewakili utusan dalam kuil-kuil Dewa Maya.



Orang-orang Cina kuno sering memasukkan kunang-kunang dalam sebuah kotak transparan untuk kemudian digunakan sebagai lentera. Sementara dalam kebudayaan dan cerita rakyat Jepang, kunang-kunang memiliki arti yang sama besarnya dengan bunga Sakura yang terkenal itu.



Nah, jika kalian melihat kunang-kunang yang sedang terbang, kunang-kunang tersebut pastilah berjenis kelamin jantan. Mengapa begitu? Ya, karena hanya kunang-kunang jantan yang memiliki sayap, sementara para betina melekat di dedaunan dan tanah.

sumber disini

Inilah Serangga yang Hanya Dapat Hidup Selama 3 Jam

Palingenia Longicauda atau dikenal juga dengan nama Tisa's Flower adalah suatu spesies serangga purba. Spesies serangga ini diperkirakan berasal dari 200 juta yang lalu. Salah satu tempat pemunculan serangga ini adalah di Tisa River.


Tisa River atau Sungai Tisa adalah salah satu suaka terakhir dimana setiap tahun serangga tersebut muncul dalam jumlah yang sangat besar. Hal tersebut merupakan sebuah tontonan yang langka, "wedding dance" di atas Sungai Tisa.


Hanya beberapa hari di bulan Juni setiap tahunnya (bahkan tidak setiap tahun) Tisa's Flower lahir, ka'win, dan mati. Selama 3 jam segalanya akan berakhir, hidup yang sangat singkat. Serangga jenis ini tidak mempunyai mulut, mereka hidup hanya untuk ka'win lalu mati.


Hidup yang sangat singkat, tapi sangat indah Ini benar-benar pemandangan langka yang susah untuk diceritakan hanya melalui gambar atau kata-kata.

Sangatlah menarik untuk menyaksikan fenomena tersebut, yang merupakan salah satu fenomena terindah yang hanya berlangsung selama 5 hari saja di bulan Juni. Ribuan serangga ini terbang dengan semangatnya memenuhi seluruh sungai.


Serangga Palingenia Longicauda ini merupakan salah satu serangga "mayfly" yang terbesar di Eropa. Jenis serangga jantan panjangnya dapat mencapai 12 cm, dari kepala sampai ekor. Serangga ini berada pada masa larva selama 3 tahun. Selama 3 tahun tersebut, larva berada di dasar sungai.

Tetapi masa hidupnya sangat singkat yaitu 3 jam saja. Begitu lahir mereka tumbuh dewasa, berpasang-pasangan kemudian langsung mati. Serangga ini mempunyai sayap yang unik, sayap mereka akan berganti kulit setelah mancapai fungsi utamanya.

Tisa's Flower tumbuh dewasa hanya satu kali. Dan di saat pertengahan bulan Juni, pada pukul 5.00 – 6.00 PM, mereka akan menari-nari di atas sungai dalam kelompok yang besar. Kemudian mereka akan berganti kulit di atas pohon, di tanah, atau dimanapun tempat yang mereka hinggapi.


Fenomena tersebut dikenal dengan nama Tissa Blooming atau Pemekaran Tisa. Setelah mereka tumbuh dewasa secara penuh (setelah beberapa detik mereka berganti kulit), serangga jantan hanya memiliki beberapa jam saja untuk menemukan betina pasangan mereka dan berpsangan sebelum mereka mati.

Setelah berpasangan atau kimpoi, serangga betina terbang menyusuri sungai untuk memastikan apakah telurnya sudah berada di dalam sungai dan jatuh ke dalam dasar sungai. Kemudian telur tersebut akan menjadi larva dalam waktu 45 hari dan akan menetas setelah 3 tahun.

Serangga ini merupakan serangga yang sensitive dengan polusi. Jika mereka berada di sebuah sungai, pastilah sungai tersebut merupakan sungai yang bersih. Disamping sebagai indicator lingkungan, serangga ini juga makanan yang bagus buat ikan, sehingga beberapa pemancing menggunakan serangga ini sebagai umpan pada pancing mereka.

Saat ini serangga Palingenia longicauda sudah punah di beberapa Negara Eropa dan hanya bisa ditemui di Serbia dan Hungaria.

sumber: http://inertseven.blogspot.com

Senin, 14 Juni 2010

10 Fakta Luar Biasa Tentang Reptil

Reptil adalah kelompok vertebrata menarik dengan salah satu sejarah terpanjang dari setiap makhluk hidup di Bumi. Pertama muncul lebih dari 300 juta tahun yang lalu, reptil diyakini telah turun dari amfibi dan selama evolusi mereka, telah menghasilkan banyak keturunan yang unik, yang paling terkenal adalah dinosaurus. Hari ini, reptil menghuni setiap benua kecuali Antartika dan mencakup sekitar 8.700 jenis, terpecah menjadi :

* Crocodilia - buaya, gharials, dan buaya Caiman
* Sphenodontia - tuataras dari Selandia Baru
* Squamata - kadal, ular dan amphisbaenids ("kadal cacing")
* Testudines - kura-kura, katak dan penyu

Semua reptil berdarah dingin, dengan kulit ditutupi oleh sisik daripada rambut atau bulu, dan sebagian besar bertelur ("yg menelur") walaupun ada spesies tertentu yang melahirkan. Reptil adalah juga salah satu makhluk yang paling disalahpahami, dengan mitos lebih, takhayul dan legenda tentang mereka daripada hewan lain. Jadi ini adalah 10 fakta nyata tentang reptil yang mungkin tidak Anda ketahui. Check It Out !!

Kura-Kura

kata "Turtles sama artinya dengan "slow" atau "lazy". mereka telah lama diejek dalam sastra dan cerita rakyat untuk kelambatan mereka. Tetapi apakah Anda tahu bahwa reptil tercepat di dunia sebenarnya kura-kura? Ya, kura-kura mungkin lambat di darat tetapi di air, mereka efisien dan cepat: penyu belimbing Pasifik dapat berenang dengan kecepatan sampai dengan 35km/hr membuatnya sebagai reptil yang bergerak tercepat di dunia. Di darat, reptil tercepat adalah iguana ekor berduri-Kosta Rika, yang telah diketahui kecepatannya hingga 33km/hr.
Ular Derik

Ular derik secara luas dikenal mematikan, namun apakah Anda tahu bahwa mereka masih bisa menggigit setelah mereka mati? Penelitian yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan California di San Francisco telah menunjukkan bahwa ular derik masih mampu menggigit hingga satu jam setelah telah dipenggal atau ditembak, dengan ilmuwan meyakini bahwa refleks yang mungkin dipicu oleh sensor inframerah masih aktif di ular.

Bunglon

Bunglon akan mengubah warna tubuh mereka tidak hanya untuk kamuflase dan untuk berbaur dengan latar belakang, tetapi juga sesuai dengan cahaya, suhu dan bahkan suasana hati-nya!

Katak Kayu

Bagi kebanyakan hewan, pembekuan berarti kematian tertentu, tapi untuk katak kayu Amerika Utara, pembekuan sebenarnya strategi untuk bertahan dalam musim dingin yang panjang. Saat suhu menurun, organ katak dikelilingi dengan air dingin, yang menyebabkan jantungnya berhenti berdetak, paru-paru untuk berhenti bernapas dan ginjal berhenti bekerja. Katak memasuki keadaan "mati suri" di tempat yang dapat tinggal selama berbulan-bulan sampai musim semi datang pada saat itu akan mencair dan menjadi berfungsi penuh kembali dalam 10 jam.

Ular

Ular adalah salah satu makhluk paling ditakuti di muka bumi dengan banyak orang percaya bahwa mereka bertanggung jawab atas kematian orang banyak. Namun pada kenyataannya, di Amerika Serikat, empat kali lebih banyak orang mati dari tawon lebah dan menyengat daripada gigitan ular!

Bunglon

Satu hal lagi yang unik tentang bunglon - mereka adalah satu-satunya binatang yang dapat menggerakan dan memfokuskan mata mereka secara terpisah, mata mereka berputar ke arah yang berbeda dan memberi mereka kemampuan untuk melihat dalam dua arah yang berbeda dan fokus pada objek terpisah secara bersamaan.

Bunglon

Lanjut tentang bunglon, bunglon juga satu-satunya binatang yang dapat memanjangkan lidahnya sampai 3 kali lebih panjang dari tubuhnya untuk menangkap makanan. lidah ini terlempar keluar dari mulut dengan kecepatan sangat tinggi dan menjerat mangsanya menggunakan ujungnya yang lengket.

Ular

Ular yang bertanggung jawab atas kematian manusia bukanlah raja kobra atau ular tetapi carpet viper yang hidup di wilayah dari Afrika Barat ke India. Demikian pula, meskipun Mamba hitam secara luas dianggap paling beracun ular, Cobra Asia benar-benar membunuh lebih banyak orang rata-rata, membuatnya menjadi ular yang lebih mematikan.

Katak Emas

Bertentangan dengan kepercayaan orang, ular bukan hewan yang paling berbisa di dunia, tetapi milik katak panah emas beracun yang cukup dalam sistem racun untuk membunuh 20 manusia.

Buaya

Jika Anda melihat buaya menelan, itu tidak gila - pada kenyataannya, buaya sering menelan batu-batu besar yang tetap tinggal di perut mereka, membantu mereka untuk menggiling dan mencerna makanan mereka (seperti rempela burung) dan juga bertindak sebagai pemberat suatu untuk membantu mereka menyelam lebih dalam.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4392061