Labels

Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juni 2010

Perbedaaan Gaza Dahulu dan Sekarang Setelang Terjadi Perang

Akibat peperangan antara palestina dan israel, apalagi daerah gaza yang dulunya indah sekarang menjadi hancur berikut buktinya:

DAHULU:




SEKARANG :

sumber: http://unikseru.blogspot.com/2010/06/gaza-yang-dulu-dan-sekarang-berbeda.html

Jumat, 04 Juni 2010

Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza

Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza. Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.


http://arabisraelireconciliation.files.wordpress.com/2009/02/gaza-foundation-for-arab-israeli-reconciliations.jpg
Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza.


Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***

Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

SuaraTak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya

Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***

Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

Selamat dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).


Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).***

Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net (2/2/ 2009).

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka,” ungkapnya.
sumber: ( menujuhijau.blogspot.com ) dan rantaupincono.blogspot.com

Rabu, 02 Juni 2010

Poster-Poster Tentang Palestina dan Israel

Penyerangan Israel terhadap kapal kemanusiaan yang membawa bantuan pangan dan medis untuk rakyat Palestina di Gaza sangatlah biadab, terlebih itu dilakukan untuk membuat agar rakyat Palestina semakin sengsara.

Semua negara mengecam. Mereka hanya mengecam dan mengutuk. Mereka tak berbuat apa-apa. Tapi paling tidak poster-poster buatan saya di bawah ini menjadi satu perlawanan saya terhadap mereka. Sebarkanlah, mudah-mudahan ini menjadi media pengirim pesan kepada seluruh saudara kita yang belum terbuka hatinya untuk membantu, atau paling tidak mendoakan saudara kita di Gaza. Terutama sekali saudara sebangsa kita yang hingga kini belum jelas keadaannya setelah kapal mereka tertembak pesawat Israel.

Berikut poster-poster buatan saya :

Kesepakatan Damai – benarkah solusi?

Anak Kecil VS Tank Merkava – tak imbang

Tank Israel – terkuat di dunia, benarkah itu?

Palestina dan Israel – bagai bumi dan langit

Tembok Zionist – penjara bagi penduduk palestina

Tembok Zionist – mereka membuatnya sulit tertembus

Rabbi Yahudi – mereka tidak mengakui Israel dan Zionisme

Ariel Sharon – hidup tidak mati pun tidak

THIS IS PALESTINA – bukan Israel tapi Palestina


Dua Pilihan – pergi atau mati!

sumber: http://un2kmu.wordpress.com/2010/06/01/poster-poster-tentang-palestina-dan-israel/

Inilah Alasannya kenapa Angkatan Laut nya Israel Terpaksa menembak MATI 19 orang

Inilah kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki.

Sorry, foto-nya lumayan banyak!
UPDATE Terakhir 13.00 WIB 2 Juni 2010:
19 orang aktivis muslim meninggal (tambah 10 dari total 9).
انّا للہ و انّا الیہ راجعون Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un
Israel akan mendeportasi semua aktivis Mavi Marmara (680+ orang).
Ini juga termasuk 20+ orang yg tadinya mau di adili karena alasan terorisme.
Ada 12 orang Indonesia yg akan dideportasi hari ini ke Yordania (Jordan).

Tempat Kejadian Peristiwa berdarah di wilayah Blokade Laut nya Israel.
Sekitar 60km dari garis pantai Israel dan masih dalam perairan internasional!
Masih sekitar 30km lagi dari garis batas embargo (Zone-exclusion)

Pemerintah Israel mengatakan bahwa tentara Angkatan Lautnya terpaksa menembak "live fire" dengan senjata api genggam (handgun) karena mereka diserang duluan oleh para aktivis yang semakin brutal atas kehadiran mereka di kapal Mavi Marmara. Para aktivis tsb sebetulnya ingin membunuh tentara Israel yang datang ke kapal mereka untuk melakukan inspeksi di perairan internasional setelah sebelumnya kapal Mavi Marmara sudah diperintahkan bahwa kapal mereka harus menuju ke Dermaga Ashdod dulu untuk di inspeksi sebelum bisa berlayar ke Gaza, Palestina. Tapi mereka menolak inspeksi di Ashdod Port dan akhirnya mereka melakukan aksi kekerasan untuk menolak kedatangan Navy Israel ke atas kapal mereka.

"Kami datang ke kapal dan di serang seperti dalam keadaan perang. Artinya lain kali kami akan datang dengan membawa perlengkapan siap perang!"
Pejabat tinggi angkatan laut Israel

Di video clip yang dikeluarkan oleh IDF (Israel Defense Forces), terlihat beberapa tentara Israel diserang dan dipukuli dengan beramai ramai. Padahal mereka pada awalnya hanya bersenjatakan paintball gun yang hanya bisa melukai dan tidak bisa membunuh. Tapi akhirnya para pasukan Komando Israel berhasil mendapatkan ijin dari atasan mereka untuk terpaksa menggunakan "live fire" demi menyelamatkan diri mereka dari amukan para aktivis/sukarelawan Pro-Palestina.


Semua Video penyerangan di atas kapal Mavi Marmara ini warnanya seperti putih keabu-abuan karena peristiwanya terjadi sekitar jam 2 pagi, jadi kejadiannya terjadi dalam kegelapan malam di tengah laut Mediterania.

Para aktivis Pro-Palestina yang sedang salat subuh di atas kapal Mavi Marmara.
Sukarelawan dari konvoi kapal-kapal yang membawa bantuan 10,000 TON bantuan kemanusian untuk Palestina ini berasal dari 50 kebangsaan: Turki, Inggeris, Irlandia, Aljazair, Kuwait, Yunani, Amerika, Perancis, Jerman, Malaysia, Indonesia, dll.

Kapal-kapal Navy Israel yang melakukan Blokade Laut di sepanjang garis pantai Israel.
Blokade ini juga meliputi seluruh garis pantai Gaza dan sekitarnya.
Israel tidak akan menghentikan Blokade Laut ini karena Tragedi di Mavi Marmara, BAHKAN pemerintah Israel menyatakan bahwa Navy nya akan semakin memperkuat barisan Blokadenya dan menggunakan Full Military Force untuk menghentikan kapal-kapal asing yang kargonya tidak mau di inspeksi di Ashdod Port, Israel.

Kronologis Singkat Agresi Israel di atas kapal Mavi Marmara:

Minggu 23.00 (30 Mei 2010)
Angkatan Laut Israel menghubungi lewat radio rombongan kapal-kapal berbendera Turki dengan kapal Mavi Marmara sebagai kapal induknya yang membawa 680+ aktivis dari berbagai negara (380+ Turki, 40+ Inggeris, 5 Australia, dll). Navy Israel memerintahkan kapal Mavi Marmara untuk menuju ke dermaga Ashdod untuk di inspeksi kargonya dan awak Mavi Marmara tetap menolak.
Lihat Garis Panah Hitam di peta bawah.


Senin 02.00 (31 Mei 2010)
Karena terus menolak untuk di inspeksi di Ashdod Port, angkatan laut Israel terpaksa mengirimkan beberapa pasukan Komando laut nya ke kapal Mavi Marmara lewat helikopter untuk menstop kapal Mavi Marmara yang berusaha menerobos wilayah blokade laut Israel untuk langsung menuju pantai Gaza. Lihat Garis Panah Merah di peta atas.

Ashdod Port, Israel.
Inilah Dermaga tempat Inspeksi kargo semua kapal kemanusiaan utk Palestina.
Setelah di inspeksi dan dinyatakan lolos oleh pemerintah Israel, kapal pembawa kargo tsb akan dikawal ke pelabuhan
Gaza. Kapal Mavi Marmara menolak di inspeksi di Ashdod Port ini karena ada sebagian dari kargonya yang ternyata berisi senjata. Lihat foto-foto dibawah.

Kapal laut Israel yang bertugas di wilayah Blokade laut sedang mengawal kapal asing menuju Ashdod Port untuk Inspeksi.

Tentara Israel yang pertama, baru mau mendarat ke deck kapal saja sudah di serang dengan galah besi oleh para aktivis. Setelah tentara tsb KO, para aktivis membuangnya ke laut!
Israel siap memberlakukan sikap baru terhadap semua kapal-kapal kemanusiaan yang menolak di inspeksi. Sikap tersebut adalah menganggap bahwa kapal-kapal yang berkedok kemanusiaan ini bisa saja membawa senjata seludupan untuk teroris Hamas di Palestina dan karenanya, Israel akan menganggap bahwa kapal-kapal tersebut datang untuk berperang dengan negara Israel.
Massa demonstran di atas kapal Mavi Marmara sudah menjadi anarkis dan tidak mau di ajak berdamai melainkan ingin membantai tentara Israel yang datang ke atas kapalnya untuk meng-inspeksi muatan kargonya. Kenapa takut di inspeksi kalau memang isi kargonya murni untuk bantuan kemanusiaan?


Pasukan Komando Laut Israel sedang bertugas di wilayah Blokade laut Israel.
Tugas mereka adalah mempatroli wilayah blokade laut dan mengawal ke Ashdod Port semua kapal-kapal asing yang hendak membawa kargo bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Israel menyatakan bahwa negaranya adalah negara yang berdaulat dan untuk itu Israel berhak untuk mempertahankan kedaulatannya dari para agressor yang menumpang kapal-kapal pembawa kargo kemanusiaan untuk Palestina. Dan juga jual rumah misalnya, pihak Israel sudah memblokade jalur laut langsung ke pantai Gaza di Palestina dan mengarahkan semua kapal untuk di inspeksi muatannya sebelum bisa berlabuh di dermaga pantai Israel. Banyak kapal yang tidak mau di inspeksi karena mungkin dari muatannya ada yang bisa mengancam keamanan dan kedaulatan Israel.
Penyerbuan pasukan Komando Israel ke atas Kapal Mavi Marmara di laut Mediterania pada jam 2 Senin pagi 31 Mei 2010.

Menurut saksi mata dari penumpang kapal Mavi Marmara, tentara Israel yang duluan menembak mereka dari atas Helikopter. Yang pasti ditembak dulu dengan Paintball Gun seperti yang di bawah ini:
Inilah jenis Paintball Gun yang digunakan Tentara Angkatan Laut Israel dalam setiap inspeksi yang dilakukannya terhadap kapal-kapal yang mau mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza di perairan internasional. Tentara Komando Israel yang hanya bersenjatakan paintball gun ini pada awalnya terpaksa minta ijin atasan untuk menggunakan handgun mereka untuk menghentikan aksi brutal para aktivis yang terus menerus menyerang mereka beramai-ramai di atas kapal Mavi Marmara.
Inilah Handgun standar perlengkapan para pasukan Komando Israel yang bertugas di wilayah Blokade laut Israel. Handgun semi-otomatis model Jericho 941 ini buatan Israel Weapon Industries.
Rule of Engagement nya kalo di tembak pake Paintball Gun masih nggak mempan, seorang tentara harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari atasannya untuk menggunakan Handgun yang mematikan ini.

Pemerintah Israel mengeluarkan Video clip tentang temuan banyak senjata yang digelapkan di atas kapal Mavi Marmara:


Para aktivis yang kebanyakan orang Turki ini akan di deportasi secepatnya dari Israel.
Senjata tajam sederhana yang ditemukan didalam kapal Mavi Marmara.
Di temukan juga banyak KETAPEL perang dengan Military Grade yang bisa membocorkan kepala orang bila tepat mengenai sasaran. Ketapel ini banyak digunakan pejuang Palestina dalam melawan agressi Israel di daerah Gaza. Pejuang Palestina tentunya banyak yang jago menggunakan Ketapel perang ini. Sangat ampuh melawan tentara Israel bila ahli dalam menggunakannya.
Barang-barang nya yang ditemukan di atas kapal: Baju militer anti peluru, kacamata khusus utk penglihatan malam (nigh-vision googles) dan topeng anti gas air mata.



Dukungan terhadap Israel di depan gedung Konsulat Turki di Los Angeles, USA tgl 1 Juni 2010.

Sepasang suami istri Amerika memprotest aksi kebiadaban Israel di depan White House tgl 1 Juni 2010

Dewan Keamanan PBB mengutuk dengan keras agresi Israel.
Mereka melakukan sidang darurat selama 12 jam pada tgl 1 Juni 2010.

Maaf kalau posting diatas agak kontroversial tapi sebenarnya semuanya berdasarkan data yang di dapat dari berbagai sumber berita internasional.
Terima kasih atas komentarnya semua, baik yang Pro maupun Kontra.
William M.
Freelance copywriter