Labels

Tampilkan postingan dengan label SPORT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPORT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Safee Galang Perdamaian Indonesia-Malaysia



Safee Sali memanfaatkan akun facebooknya untuk menyuarakan perdamaian antara Indonesia dengan Malaysia. Penyerang andalan tim nasional negeri jiran yang kini bermain untuk Pelita Jaya Karawang itu menyayangkan jika dua negara rumpun melayu itu masih sering bertikai.
foto

“Dari facebook saya jelaskan pada masyarakat Malaysia, saya baik-baik saja di sini (Indonesia). Dan menurut saya tidak perlu ada pertikaian,” kata Safee saat ditemui di Surabaya usia membela Pelita menghadapi Deltras Sidoardjo dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia, Selasa 20 Desember 2011.

Safee yang memutuskan meninggalkan negerinya dan bergabung dengan klub The Young Guns usai mengantarkan Malaysia juara Piala AFF 2010, sempat menuai banyak kritik tajam dari pendukungnya di Malaysia. “Saya jelaskan lewat facebook juga,” kata pemain kelahiran Kajang Selangor, 29 Januari 1984 itu.

Menurut striker The Young Guns itu, media sosial facebook bisa menjadi media sosial ampuh menjalankan perannya sebagai duta persahabatan Malaysia. “Pengikut saya sudah di atas 70 ribu,” ujarnya.

Hampir setahun bermain di Indonesia, Safee merasa semakin tahu kebudayaan Indonesia. Menurutnya, antara kebudayaan Indonesia dengan negaranya tidak ada perbedaan jauh. “Tapi di sini, kebudayaan adat lebih kuat dari Malaysia. Di Malaysia lebih modern,” kata ayah dua putri itu.


Keinginanya yang masih kuat untuk semakin mendalami kebudayaan Indonesia membuatnya betah berada di Indonesia. Untuk itu, ia berencana memperpanjang kontraknya di Pelita Jaya. “Kontrak saya sudah hampir setahun, saya masih mau bermain di Pelita tetapi itu tergantung klub,” kata pemain yang bercita-cita merumput di Australia, Vietnam, atau Thailand itu.













sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/12/21/219372890/Lewat-Facebook-Safee-Galang-Perdamaian-Indonesia-Malaysia

Kisah Dari 14 Tato Diego Michiels

foto
Wajah pemain bola naturalisasi Diego Michiels belakangan ini wira-wiri di layar televisi. Pemain naturalisasi itu menjadi sorotan masyarakat setelah tampil bagus di SEA Games 2011. Dengan gaya rambut mohawk dan tato penuh di tangan, pemuda kelahiran Belanda ini menarik perhatian penggemar sepak bola Indonesia. 

Tampang bule, gaya rambut mohawk, serta tato membuat penampilan Diego mencolok dibandingkan pemain nasional lain. Diego merupakan penggemar berat seni lukis tubuh. “Total ada 14 tato. Saya masih ingin menambah lagi,” kata pemain jebolan divisi II Liga Belanda Go Ahead Eagles saat ditemui di Surabaya, Minggu 19 Desember 2011.

Pertama kali, Diego membuat tato di punggungnya dengan namanya. Setelah tato pertama, ia tertarik menambah lukisan di tubuhnya. “Seperti menagih. Setelah tato pertama, rasanya ingin menambah lagi dan lagi,” ungkap penggemar musik R and B serta Hip Hop itu.

Diego menjelaskan sebagian gambar di tubuhnya itu punya makna penting. Ia mencontohkan lukisan tiga burung di lengan kanannya sebagai simbol ibunya bersama dua saudara perempuannya. “Burung lambang bebas,” ujarnya. 


Tak puas hanya dengan melukiskan ketiga orang yang disayanginya dengan burung, Diego juga menulis nama ketiga perempuan terpenting dalam hidupnya di punggung tangan kirinya urut dari atas ke bawah Annet (ibunya), Raquel, Ceyda.

Diego juga melukis kalung salib di dadanya agar dia merasa selalu ingat dengan Tuhan Yesus. Di dekat salib, tepatnya di dada bagian kanan, ia menuliskan tiga kalimat. “Yesterday was history, Tomorrow is mistery, Today is a gift”. Kalung salib dan tiga kalimat itulah yang menurutnya paling istimewa.

Di pangkal lengan kanan, Diego membubuhkan lukisan wajah tokoh film idolanya Tony Montana. Dalam film berjudul Scarface, Tony Montana yang diperankan oleh Al Pacino itu mampu menjadi seorang pahlawan padahal dia bukan siapa-siapa. “Saya suka cerita filmnya, Tony itu pemeran utamanya,” kata Diego yang memang hobi nonton film.

Sementara lukisan di lengan kanannya yang hampir penuh itu berisi macam-macam gambar. Dari gambar itu yang paling menonjol adalah tulisan Deventer disertai nomor kode area kota itu. “Ini untuk menunjukkan kebanggaan saya pada kota kelahiran saya,” kata pemain kelahiran Deventer 8 Agustus 1990.

Pemain yang mempunyai darah Indonesia dari ayahnya Robbie Michiels (Ambon-Jawa) itu mengaku masih berencana menambah lagi lukisan di tubuhnya. Namun, sekarang ini ia belum terpikir gambar apa yang ingin dia bubuhkan lagi di tubuhnya.














sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/12/21/219372893/Kisah-14-Tato-di-Sekujur-Tubuh-Diego-Michiels

Selasa, 20 Desember 2011

[VIDEO] Wasit Mabuk Beri Kartu Merah 3 Pemain

Sebuah pertandingan di Republik Ceko terganggu akibat ulah wasit. Sang pengadil di lapangan hijau itu mengeluarkan tiga orang pemain tanpa alasan yang jelas. Ternyata, keputusan ngawur wasit itu bukan tanpa sebab. Ia memimpin pertandingan dalam keadaan setengah mabuk seusai meminum minuman keras. Pihak kepolisian pun sempat masuk lapangan mengamankan wasit itu karena pertandingan nyaris kacau.

"Nafasnya sangat berbau minuman keras. Dan ia memang mengakui baru saja merayakan ulang tahun," kata Karel Dusek salah satu ofisial dari klub Jestrabi Lhota kepada koran Lidove Noviny. Wasit Tomas Fidra mengaku fit untuk memimpin laga regional antara tuan rumah Tynec-nad-Labem melawan Jestrabi itu. Tapi, tiba-tiba Fidra memberi kartu merah tiga pemain tamu tanpa alasan jelas.

Sadar tamunya hanya bermain dengan delapan orang pemain, kubu tuan rumah pun melakukan tindakan sportif dengan tak mau menyerang lawannya itu. Mereka hanya memain-mainkan bola di tengah lapangan karena memang tak ada aturan menghentikan pertandingan akibat wasit mabuk. Tapi, jika satu tim menolak bertanding, maka justru mereka yang akan terkena skorsing.

Menurut laporan koran Ceko itu, Fidra memiliki kandungan alkohol dalam darahnya sebesar 1,94% saat memimpin laga. Di Eropa, batas kandungan alkohol dalam darah seseorang yang diperbolehkan yakni 0,5%. Beruntung, federasi sepakbola setempat membatalkan laga itu. Dan wasitnya terancam skorsing selama 12 bulan tak boleh memimpin laga.




SEE ON VIDEO








sumber: youtube.com




Senin, 19 Desember 2011

11 Mitos Salah Tentang Olahraga


1. Anda telah berolahraga dengan maksimal bila sudah merasa sakit.
Salah. Anda tak perlu sampai sakit ketika berolahraga. Merasa sakit pada saat melakukan gerakan baru memang wajar-wajar saja. Tapi sakit dengan merasa sakit berbeda, lo. Agar program olahraga Anda berhasil, Anda tak perlu memaksa otot-otot sampai sakit. Bila itu terjadi, Anda justru harus berhenti.

2. Aerobik adalah olahraga yang terbaik.
Salah. Program latihan yang baik adalah yang seimbang, sehingga Anda perlu juga melatis keluwesan tubuh dan juga stretching.

3. Tubuh Anda akan tampak berotot bila melakukan latihan penguatan otot.
Salah. Anda tak perlu khawatir. Wanita pada umumnya tidak memiliki hormon testosteron yang cukup yang menyebabkan otot terbentuk seperti yang terjadi pada kaum pria.

4. Anda harus melakukan olahraga berat agar program latihan Anda berhasil.
Salah. Anda tidak perlu memaksa diri agar mendapatkan manfaat berolahraga. Anda justru terancam overtrained jika terlalu bernapsu berolahraga. Latihan dengan intensitas sedang, misalnya jalan kaki 5 km per jam dengan menggunakan treadmill, sudah membuat tubuh Anda lebih bugar.

5. Satu-satunya cara untuk sehat adalah berolahraga di pusat kebugaran.
Tidak selalu. Gerakan apa pun baik. Untuk sehat, Anda dapat melakukan dansa, bersepeda, jalan cepat, atau mengangkat beban yang tidak terlalu berat sambil menonton televisi.

6. Latihan abdominal dapat mengecilkan perut.
Salah. Latihan abdominal seperti sit-up penting untuk menguatkan otot-otot perut dan memperbaiki bentuk. Otot adalah otot dan lemak adalah lemak. Seberapa banyak sit-up yang telah dilakukan tidak berarti otot perut dapat berkurang. Untuk mengurangi lemak, Anda juga tetap harus memperhatikan pola makan dan mengurangi kalori.

7. Latihan aerobik dapat membantu mengurangi berat badan secara permanen dan dapat mempercepat metabolisme.
Tidak seluruhnya benar. Metabolisme memang menjadi lebih cepat dan bertambah selagi berolahraga, tetapi hanya untuk waktu yang pendek. Tetapi bila Anda menambah beban ketika beraerobik, latihan itu akan membakar kalori pada otot yang berarti memberikan manfaat pada metabolisme untuk jangka waktu yang agak panjang.

8. Olahraga selalu membuat lapar.
Salah. Olahraga yang intens memang menambah selera makan. Olahraga juga dapat membantu Anda mengontrol selera makan, hingga Anda menjadi lebih peka dengan apa yang dirasakan oleh tubuh. Dengan begitu, Anda akan bisa memberikan tubuh hanya apa yang dibutuhkannya.

9. Anda dapat makan apapun yang diinginkan asal cukup berolahraga.
Tidak betul. Bila tubuh Anda lebih banyak menerima kalori daripada apa yang sudah dibakar, berat badan akan bertambah. Aturan kebugaran yang baik termasuk keseimbangan yang peka antara cukup berolah raga dan pola makan yang benar.

10. Berolahraga membuat Anda tidak tidur semalaman.
Salah. Bila Anda berolahraga pada malam hari, hal itu memang betul. Tapi bila Anda berolahraga pada jam-jam yang normal, maka Anda akan tidur lebih nyenyak dan membuat Anda lebih segar dalam menjalani kegiatan keseharian.

11. Dengan menambahkan beban di tangan dan pergelangan kaki pada saat melakukan jogging, Anda dapat melakukan latihan penguatan otot dan aerobik pada saat yang bersamaan.
Salah. Lakukan kedua latihan tadi pada saat yang berbeda. Paling tidak, lakukan aerobik terlebih dahulu baru kemudian jogging. Jangan digabung. Bila melakukannya pada saat yang bersamaan, dapat menekan jaringan-jaringan otot dan menimbulkan masalah pada otot serta persendian.












sumber: http://sourceflame.blogspot.com/2010/12/11-mitos-salah-tentang-olahraga.html

Senin, 18 Juli 2011

Kasihan gan !!! Alfred Riedl Dipecat!




Ketua umum PSSI yang baru terpilih, Johar Arifin, secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Alfred Riedl dari pelatih utama timnas Indonesia. Semoga pelatih yang baru lebih baik.

sumber 

BANGGA,, Indonesia Negara Asia Pertama yg ikut Piala Dunia

sejarah Indonesia di Piala Dunia FIFA
Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belandamenaruh hormat kepada Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lantaran Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)yang memakai bintang-bintang dari NIVBkalah dengan skor 2-1 lawan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)salah satu klub anggota PSSIdalam sebuah ajang kompetisi PSSI ke III pada 1933 di Surabaya.
NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland.

Pertandingan melawan Hongaria
Click image for larger versionName: 220px-Dutch_East_Indies_players_1938.jpgViews: 1Size: 12.1 KBID: 8150
Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".


Click image for larger versionName: Jumat-08-Juli-07-2011-11 04-04-11-28-28   -04-11-28.jpgViews: 2Size: 68.9 KBID: 8151

SUMBER