Labels

Tampilkan postingan dengan label cukuptau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cukuptau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

17 Lokasi Di Indonesia Dilihat Dari Langit( Google Maps )


Keunikan indonesia jika dilihat dari langit [google maps]
1. Garuda Pancasila

Nama resminya adalah Graha Garuda Tiara. Dapat ditelusuri di koordinat S 6.417919 E 106.957672 ke google earth atau google map.

2. Jembatan Semanggi

Jembatan Semanggi yang dibangun Zaman Soekarno begitu indah jika dilihat menggunakan Google Earth.menyerupai kelopak bunga dapat ditelusuri di koordinat 6°13'10.70"S 106°48'45.28"E

3. Gelora Senayan Bung Karno

Inilah Gelora kebanggaan Bangsa Indonesia yang dibangun oleh Presiden Soekarno untuk menyambut Asian Games IV tahun 1962. Gelora Senayan berada dikoordinat 6°13'7.44"S 106°48'7.30"E dan pada Tanggal 21 Juli 1962 pukul 17.00 WIB Presiden Soekarno meresmikan Stadion ini. kapasitas 110.000 orang.

4. Desain Dinamis Gelora Senayan Bung Karno

Selain bangunan yang megah ternyata, lantai hall dihalaman Gelora Bung Karno terdapat desain yang sangat dinamis dan sanggat mencolok tatkala kita memasuki koordinat 6°13'6.91"S 106°47'59.77"E

5. Gedung DPR

Inilah Gedung tempat dewan terhormat mengeluarkan kebijakan penting. Gedung inilah yang acapkali dijadikan target oleh mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya termasuk melengserkan pemerintahan yang sedang berjalan. Gedung DPR dapat diakses di koordinat 6°12'37.31"S 106°47'59.77"E

6. Bundaran HI

Bundaran HI mempunya sejarah sendiri untuk tetap diingat bagi siapapun yang mengunjungi Jakarta. Letaknya dipusat kota acapkali dijadikan sasaran untuk berdomo. Bundaran HI dapat diakses di koordinat 6°11'41.82"S 106°49'23.07"E.

7. Monas

Hampir semua orang mengenal Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan monas yang tugunya berlapis emas. Terletak di kawasan ring 1 Istana Negara, Monas dapat diakses di koordinat 6°10'33.19"S 106°49'39.78"E.

8. Museum Prajurit TMII

Sungguh luar biasa tatkala kita mengunjungi TMII lewat google earth, dan bangunan yang sangat apik bisa ditemukan di Museum Prajurit Tmii yang berbentuk segi lima dengan koordinat 6°18'20.13"S 106°53'48.09"E.

9. Jembatan Ampera

Jembatan dengan Panjang : 1.117 m (bagian tengan 71,90 m), Lebar : 22 m, Tinggi : 11,5 m dari permukaan air, Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah, Jarak antara dua menara : 75 m dan Berat : 944 ton dapat dinikmati di 2°59'30.09"S 104°45'48.30"E.


Dulu, bagian tengah jembatan Ampera bisa dinaik-turunkan. Tetapi, mulai tahun 1970 sudah tidak lagi difungsikan. Jembatan yang mulai dibangun pada bulan April 1962 atas persetujuan Presiden Sukarno, diambil pendanaannya dari pampasan perang Jepang. Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, diresmikan pemakaiannya pada tahun 1965, sekaligus pengukuhan nama Bung Karno sebagai nama jembatan.

10. Pulau Bungin

Pulau Bungin di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa NTB, merupakan pulau kecil buatan terpadat didunia melebihi kepadatan pulau Jawa dengan kepadatan 36000 jiwa/km2 sedangkan kepadatan pulau jawa hanya sekitar 813 jiwa/km2 atau kepadatan pulau Bungin sama dengan 44 kali kepadatan pulau Jawa. Pulau yang hanya seluas 8 hektar ini mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2.800 Jiwa dan dapat diakses di koordinat 8°28'37.69"S 116°59'43.25"

11. Candi Borobudur

Sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Candi Borobudur dibangun dengan menggunakan +/- 55.000 m3 batu. Tinggi bangunan ini sampai kepuncak adalah 42m, dengan lebar dasar 123 m. Tegak dan kokoh menjulang keangkasa dan merupakan bagian dari sejarah yang telah berumur 12 abad. Candi Borobudur yang terletak di Provinsi Jawa Tengah ini dapat diakses di koordinat 7°36'28.45"S 110°12'13.35"E

12. Bandara Soekarno Hatta

Pintu gerbang transportasi udara Ibu Kota RI ini nampak jelas jika diarahkan ke koordinat 6° 7'41.04"S 106°39'21.63"E, bahkan pesawat yang berjejerpun dapat dilihat jelas

13. Pelabuhan Tanjung Priok

Ingin melihat keseibukan kapal? sudah tentu kita bisa menemukannya di kordinat 6° 5'58.73"S 106°53'20.71"E.

14. Istana Bogor

Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini dikarenakan aspek historis, kebudayaan dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa – rusanya yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang. ane tinggal di bogor. ane suka liat rusa2 nya gan.. lucu

15. Kepulauan Indonesia TMII

Wooh..ternyata kepulauan Indonesia nampak sempurna saat kita mengarahkan koordinat di 6°18'6.04"S 106°53'47.53"E.

16. Keramba Ikan Jatiluhur - Purwakarta

Keramba Ikan Jatiluhur dominan terlihat dari udara saat koordinat diarahkan 6°33'22.45"S 107°23'32.85"E.

17.Struktur Pentagon ini adalah kompleks Pemerintahan Daerah Bekasi
6°21'58.20"S 107°10'23.37"E


Di sebelah tenggara Pentagon Bekasi ini, tepatnya di koordinat 6°23'38.15"S 107°13'54.24"E, ada sebuah struktur lain yang juga unik

tabung



Sebagai informasi tambahan, Struktur gelas tersebut terletak di kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang. Di dekat mulut tabung tersebut, terdapat bendungan Cibeet yang jaraknya hanya sekitar 0,5 kilometer dan di dekat situ ada kantor desa Pasircongcot.
 
sumber

Rabu, 16 November 2011

Sejarah Asal Usul Sea Games

Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara atau SEA Games (Southeast Asian Games) adalah ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan pertandingan di SEA Games dibawah naungan Federasi Olahraga Asia Tenggara (Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).



SejarahAsal-usul SEA Games berhubungan erat dengan Southeast Asian Peninsular Games atau SEAP Games. SEAP Games dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, pada saat itu Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand. Tujuannya adalah untuk mengeratkan kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara di kawasan ASEAN. Thailand, Burma (sekarang Myanmar), Malaysia, Laos, Vietnam dan Kamboja (dengan Singapura dimasukkan kemudian) adalah negara-negara pelopor. Mereka setuju untuk mengadakan ajang ini dua tahun sekali. Selain itu dibentuk juga Komite Federasi SEAP Games. SEAP Games pertama diadakan di Bangkok dari 12 sampai 17 Desember 1959, diikuti oleh lebih dari 527 atlet dan panitia dari Thailand, Burma, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Laos yang berlaga dalam 12 cabang olahraga.

Pada SEAP Games VIII tahun 1975, Federasi SEAP mempertimbangkan masuknya Indonesia dan Filipina. Kedua negara ini masuk secara resmi pada 1977, dan pada tahun yang sama Federasi SEAP berganti nama menjadi Southeast Asian Games Federation (SEAGF), dan ajang ini menjadi Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara. Brunei dimasukkan pada Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara X di Jakarta, Indonesia, dan Timor Leste di Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara XXII di Hanoi, Vietnam.

Walaupun tidak termasuk salah satu negara yang mengikuti SEA Games dari awal, prestasi Indonesia di kancah olah raga se-Asia Tenggara tak bisa dipandang sebelah mata. SEA Games pertama diadakan di Bangkok pada 12-17 Desember 1959, namun Indonesia baru berpartisipasi pada tahun 1977.
Ketika itu Malaysia menjadi tuan rumahnya. Namun sejak bergabung, Indonesia unggul sebagai peraih juara umum sebanyak sembilan kali. Sepanjang sejarah SEA Games, Indonesia berada di posisi teratas perolehan medali yaitu sebanyak 3934. Pada 1997 saat menjadi tuan rumah, Indonesia merebut 194 medali emas. Di SEA Games yang ke 19 tersebut, Indonesia memperoleh rekor perolehan medali emas terbanyak sepanjang sejarah SEA Games.

Inilah Juara Umum Sea Games Dari Masa Ke Masa

TahunAcaraTuan rumahNegaraJuara umum
1977 IX Kuala Lumpur Malaysia Indonesia


1979 X Jakarta Indonesia Indonesia

1981 XI Manila Filipina Indonesia

1983 XII Singapura Singapura Indonesia

1985 XIII Bangkok Thailand Thailand

1987 XIV Jakarta Indonesia Indonesia

1989 XV Kuala Lumpur Malaysia Indonesia

1991 XVI Manila Filipina Indonesia

1993 XVII Singapura Singapura Indonesia

1995 XVIII Chiang Mai Thailand Thailand

1997 XIX Jakarta Indonesia Indonesia

1999 XX Bandar Seri Begawan Brunei Thailand

2001 XXI Kuala Lumpur Malaysia Malaysia

2003 XXII Hanoi Vietnam Vietnam

2005 XXIII Manila Filipina Filipina

2007 XXIV Nakhon Ratchasima Thailand Thailand

2009 XXV Vientiane Laos Thailand

2011 XXVI Jakarta dan Palembang Indonesia
sumber