Labels

Tampilkan postingan dengan label manusia unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia unik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juni 2010

Di China Ada Gadis Cilik Usia 3 Tahun Doyan Merokok dan Miras!


CHINA - Merokok tampaknya bukan hanya menjadi trend bagi orang dewasa, tapi bagi anak kecil juga. Belum lagi tuntas masalah balita yang gemar merokok di Medan, di China ada seorang gadis yang gemar menghisap rokok dan minum-minuman keras.

Orang tua dari gadis cilik berusia tiga tahun itu mengatakan bahwa putri mereka mulai merokok dan minum-minuman keras sejak mengalami kecelakaan di jalanan.

Ya Wen hidup dalam penampungan bersama kedua orang tuanya yang hidup dari mengumpulkan sampah di Huizhou di Selatan china propinsi Fujian.

Ibunya Gao mengatakan bahwa Ya Wen mulai kecanduan terhadap rokok dan terkadang menenggak bergelas-gelas bir saat dia dapat kesempatan.

Gao mengatakan bahwa kepribadian anaknya berubah setelah terjadinya kecelakaan akibat mobil van yang mengebut tahun lalu, seperti dilansir orange.co.uk, Rabu (9/6/2010).

"Pertama kali saya melihatnya merokok saat berada di toilet. Sebelumnya saya sering melihat ada rokok di toilet, tapi saya pikir itu milik suami saya, hingga akhirnya saya melihatnya merokok di sana," ujar Gao.

Keluarganya telah berusaha untuk menghentikan kebiasaannya merokok tapi dia selalu saja mencuri rokok milik ayahnya dan terkadang menghutang ke warung sebelah rumahnya.

Pemilik toko sendiri mengakui bahwa Ya Wen sering datang ke tokonya dan meminta satu atau dua bungkus rokok karena dikira untuk ayahnya.

Ayah Ya Wen sendiri kini telah menghentikan kebiasaannya merokok, agar dapat memberikan contoh pada putrinya dan keluarga pun kini sudah pindah ke kota lain.

Tapi Gao mengatakan bahwa gadis kecil itu masih sering menangis meminta rokok ketika melihatnya. "Dia juga suka minum. Tiga gelas bir baginya tidak masalah," lanjutnya.

Dokter di rumah sakit Huizhou mengatakan bahwa luka di kepalanya pada saat kecelakaan menyebabkan hal itu.

"Kemungkinan lain adalah dia bertindak seolah menjadi seorang dewasa," ujar sang dokter.

Jumat, 11 Juni 2010

Berjalan 66.700 Km, Lintasi 62 Negara

Jean Beliveau

SYDNEY
– Jean Beliveau terus berjalan tanpa mengenal lelah dan cuaca yang tak bersahabat. Berpindah dari satu negara ke negara lainnya terus berjalan dan bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang.

Hampir satu dekade, Beliveau telah berjalan sepanjang 66.700 kilometer dan melintasi 62 negara. Beliveau mengawali perjalanan dari Montreal, Kanada, pada Agustus 2000 lalu. Setelah ribuan hari dan malam hidup di jalanan, pria yang berusia 55 tahun tetap berkomitmen untuk melanjutkan petualangannya. “Saya pikir hal paling penting adalah sangat sederhana, hanya buka pikiran Anda ketika Anda bertemu orang lain,” ujarnya kepada AFP.

Kemarin, Beliveau melintasi Sydney Harbour Bridge. “Hanya tersenyum dan katakan,‘halo’. Itu kata yang paling indah yang saya dengar selain, ‘selamat datang’,” paparnya. “Ketika Anda mendengarkan ‘selamat datang’, maka semua ketegangan di antara semua budaya akan terbebaskan”.

Beliveau tidak mencari uang atas aksi gilanya itu. Dia hanya ingin mempromosikan perdamaian dan anti kekerasan untuk anak-anak. Keinginan itu disampaikan kepada keluarganya pada pertengahan tahun 2000. Dia memulai perjalaannya pada 18 Agustus 2000 ketika dia berulang tahun ke-45.

Ketika itu, dia berjalan menuju perbatasan Amerika Serikat melalui pantai timur sebelum menuju negara-negara Amerika Latin. Pada tahun 2003,Beliveau berada di Afrika Selatan. Kemudian dia berjalan ke utara dan melintas Maroko sebelum menuju Eropa pada tahun 2005. Perjalanan itu dilaluinya sendiri ditemani dengan troli. Kemudian dia menuju Iran, India, China, Korea Selatan dan Jepang.

Pada Oktober 2009, dia tiba di Darwin, Australia. Dari sana, dia berjalan ke wilayah yang dihuni oleh komunitas Aborigin sebelum menuju pantai timur dan ke Sydney. Selama perjalanannya kadang dia tidak mengetahui di mana dia akan menginap di malam hari. Kadang-kadang, dia mendapatkan penginapan gratis dari teman-temannya atau pun perkenalan.

Beberapa hari ke depan, Beliveau berencana berjalan kaki ke Melbourne dan Tasmania sebelum menuju ke Selandia Baru. Di Negeri Kiwi itu, dia akan mengakhiri perjalaan dan kembali ke Kanada pada akhir tahun 2011. Indonesia merupakan salah satu tujuan petualangan Beliveau yang telah ditapakinya.

Dia tiba di Indonesia dari Singapura pada 27 Juli 2009. Sedari awal, Jean sudah memutuskan singgah ke Indonesia meskipun dia belum pernah mendengar banyak informasi tentang negara ini. Indonesia berada dalam daftar tujuannya karena negara ini merupakan penghubung Asia dan Australia. Menurut ayah Elisa dan Thomas Eric ini, Indonesia memberi kesan nyaman dan menyenangkan.

Pecahkan Rekor, Wanita Duduk 700 Jam

Marina Abramovic

SERBIA
- Seniman dari Serbia menghabiskan waktu selama 700 jam memandangi anggota masyarakat pada Senin kemarin. Pertunjukan seni itu menjadi yang paling lama yang pernah dilakukan.

Pertunjukan yang digelar di Modern Art Museum pada 14 Maret ini menampilkan Marina Abramovic. Dia duduk selama tujuh jam sehari, enam hari dalam seminggu, pada sebuah kursi di aula museum.

Para pengunjung dipersilahkan untuk duduk menghadapnya dan hanya cukup membalas tatapannya.

Para selebriti yang ikut menjadi peserta di antara 1.400 orang lainnya seperti Bjork, Lou Reed, Marisa Tomei dan Isabella Rossellini duduk sambil memandang artis yang selalau mengenakan gaun panjang berwarna merah ini.

Banyak dari para pengunjung yang mampu duduk seharian memandang Abramovic, tapi ada juga yang sebagian yang hanya beberapa menit, demikian lansir Telegraph, Selasa (1/6/2010).

Aksi solo lainnya yang pernah dilakukan oleh Abramovic seperti menusuk dirinya sendiri, bermain dengan api, serta berdiri selama enam jam tanpa bergerak.

Para pengunjung dipersilahkan berbuat apa yang mereka inginkan padanya. Pernah ada seorang pria dengan memegang senjata diarahkan ke lehernya, tapi dia diam saja.

Kamis, 03 Juni 2010

Wanita Hidup Meski Peluru Bersarang di Tulang 16 Tahun


SINGAPURA - Keberuntungan rupanya masih menghinggapi Moha Koh. Perempuan asal Singapura ini, tetap hidup, meski sebutir peluru masih bersarang di tubuhnya.

Peluru bersarang di antara tulang belakang dan hati perempuan pemilik klub malam ini.

Pada 1994, seseorang menembakkan dua peluru ketika Koh sedang menunggu elevator di Katong People Complex atau lebih dikenal sebagai Mal Katong.

Peluru pertama mengenai wajahn dan yang kedua mendarat di tulang belakang, sehingga membuatnya lumpuh secara permanen.

Dokter menyatakan pelurunya sudah menghancurkan tulang belakangnya dan jika diambil dia hanya memiliki kesempatan hidup 5 persen.

Sejak saat itu Koh menggunakan kursi roda dan menahan sakit.

"Tidak ada yang menyadari saya kesakitan. Saya sudah beradaptasi dengan sakit selama belasan tahun ini," tutur Koh dalam bahasa Mandarin, Minggu (30/5/2010).

Selasa, 01 Juni 2010

Pria Tertinggi di AS Berpostur 2,37 Meter

Pria tertinggi di AS

MINNESOTA - Guinness World Records yang biasa mencatai rekor-rekor unik di dunia, akhirnya menentukan seorang pria di Minnesota sebagai pria tertinggi di Amerika Serikat (AS).

Lembaga pencatat rekor dunia tersebut menentukan Igor Vovkovinskiy sebagai pria tertinggi di AS, lewat sebuah acara televisi ternama pada hari Senin 24 Mei. Vovkovinskiy yang berdomisili di Rochester memiliki tinggi 7 kaki 8,33 inci atau sekira 237 centimeter. Demikian dilansir Associated Press, Kamis (27/5/2010).

Pria berusia 27 tahun tersebut sebenarnya berasal dari Ukraina, namun ia pindah ke Minnesota bersama ibunya saat masih berusia tujuh tahun. Pertumbuhan tubuhnya langsung melonjak saat berusia tujuh tahun ia menderita penyakit, usai menjalani perawatan penyakit hipofisis.

Saat ini Vovkovinskiy terus melanjutkan sekolahnya di Minnesota School of Business dan berusaha untuk mendapatkan gelarnya di bidang hukum.

Hingga kini rekor pria tertinggi dunia masih dipegang oleh Sultan Kosen dari Turki. Tingginya mencapai 8,1 kaki atau sekira 246,8 centimeter.

Selasa, 25 Mei 2010

Manusia Perkasa, Tarik Pesawat dengan Alis


CHINA - Seorang pria ahli ilmu bela diri menarik sebuah pesawat sepanjang lima meter, dengan menggunakan tali yang dikaitkan ke alisnya.

Dong Changsheng 50 tahun, melakukan aksinya di Changchun International Exhibition di Provinsi Jilin.

Dia hanya membutuhkan waktu hanya kurang dari satu menit untuk menarik pesawat seberat setengah ton itu.

Dong telah berlatih kungfu selama 40 tahun dan telah mendapatkan berbagai penghargaan atas keahliannya.

"Saya pernah menarik sebuah mobil dengan menggunakan alis saya sebelumnya, untuk pesawat adalah hal yang baru bagi saya," ujarnya seperti dilansir orange.co.uk, Senin (24/5/2010).

"Sejujurnya, saya tidak menggunakan kekuatan saya secara penuh. Saya bisa saja menarik ini tiga kali lebih jauh. Saya telah membuat tubuh saya lebih kuat, sangat berbahaya bagi orang biasa untuk melakukan ini," pungkasnya.

Jumat, 21 Mei 2010

Pria Swedia Cetak Rekor Lari Vertikal

Tony Berglund pecahkan rekor lari vertikal

STOCKHOLM
- Seorang pecandu adrenalin berhasil membuat kagum banyak orang dengan mencetak rekor dunia baru. Rekor tersebut dia raih dengan melakukan lari sprint pada sisi sebuah gedung.

Tony Berglund, kini menjadi memegang rekor dunia menurut Guinness World Record, sebagai pelari vertikal tercepat di dunia. Torehan ini dia dapatkan setelah dirinya berlari di sisi sebuah gedung di Vasteraas dengan waktu 34 menit 76 detik, dengan lintasan 100 meter.

"Rasanya amat menyenangkan. Jarang sekali saya melakukan pengereman," ungkap Berglund seperti dikutip Orange.co.uk, Kamis (13/5/2010).

Berlari di bangunan, seorang atlit menggunakan harnes dengan wajah melihat ke bawah layaknya hendak terjun dari gedung memang amat menegangkan. Teknik ini diadaptasi dari sebuah cara untuk menuruni tebing dengan cara cepat jika terjadi keadaan darurat.