Labels

Minggu, 03 Juli 2011

Bekas Peninggalan Rumah ekspedisi Antartika Robert Scott



Rumah Kapten Robert Falcon Scott tetap berdiri tanpa tersentuh -kecuali beberapa penjelajah yang lewat- selaam lebih dari 100 tahun. Di dalamnya masih terdapat 10.000 barang yang ditinggalkan ekspedisi tahun 1910-1912 yang gagal itu.




Yayasan Peninggalan Antartika sudah tiga tahun melaksanakan proyek menyelamatkan rumah dan isinya. Rumah itu tadinya hampir ambruk namun sekarang berhasil diperbaiki dan dibersihkan.




Selain Scott, salah satu dari 25 orang anggota ekspedisi yang memiliki kamar sendiri adalah juru foto Herbert Ponting. Dan ruang gelap, sekaligus kamarnya, hingga sekarang masih ada. Scott adalah penjelajah pertama yang memandang pentingnya foto sejalan dengan pertumbuhan koran.




Scott juga menjadi penjelajah yang pertama dalam memanfaatkan sponsor. Banyak perusahaan seperti Bovril dan Huntley & Palmers membuat pasok khusus bagi ekspedisi dengan imbalan promosi.




Pasok makanan yang tersedia meliputi produk-produk mewah yang bisa dinikmati anggota ekspedisi. Akan tetapi juru masak Thoma Clissold terkadang mengkombinasikan makanan dengan penguin dan anjing laut.




Makanan yang disajikan di dalam rumah itu mewah dan bisa terdiri dari beberapa jenis. Scott memandang anggota ekspedisi perlu makanan yang bergizi agar bisa menghadapi situasi sulit. Akan tetapi ketika mereka meninggalkan markas, kalori yang dibakar lebih banyak dari yang dikonsumsi. Pengertian soal gizi tambahan di tempat tinggi belum diketahui.




Tembok setinggi 1,8 yang terbuat dari kotak-kotang pangan dipasang di tengah-tengah rumah. "Saya melihat Barrow membuat kotak pemisah, saya perintahkan dia menumpuk kotak makanan untuk memisahkan ruang kerja dengan ruang anggota ekspedisi", tulis Scott.




Botol-botol obat terlihat diletakkan di atas kotak di dekat tempat tidur.




Koran dan kertas terlihat berserakan di dalam rumah. Dalam ekspedisi dua tahun ini para penjelajah sangat menghargai barang yang bisa mereka baca.


Ekspedisi ini juga melakukan penelitian ilmiah Antartika paling lengkap saat itu. Delapan ilmuwan mengukur, membuat peta langit, mempelajari iklim dan mengirim penemuan mereka ke tanah air untuk dianalisa lebih lanjut.




Scott meletakkan meja di depan tempat tidurnya untuk mencatat peristiwa dalam Ekpedisi Antartika Inggris. Dia mencatat kejadian hingga hari terakhir dimana dia tinggal di dalam rumah yang membeku dan meninggal di usia 43 tahun akibat kelelahan, kelaparan dan cuaca beku.


sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar