Labels

Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juni 2010

Perbedaan Bunga Bangkai dan Bunga Raflesia Arnoldi

Rafflesia arnoldii

Merupakan tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis.


Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini.

Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat. Di Pulau Jawa tumbuh hanya satu jenis patma parasit, Rafflesia patma.

Bunga merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma.

Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai "tanaman" adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina.

Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi.

Bunga Bangkai

Disebut juga suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m.


Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Di alam tumbuhan ini hidup di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu.

Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6m. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman.

Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan kurang tumbuh kembali daunnya.

Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.


Sumber :
wari-wagito.blogspot.com

Rabu, 09 Juni 2010

Ternyata Pohon Kehidupan Itu Nyata

Kalau yang dimaksud sobat adalah Pohon Khuldi yang ada di surga sana, sobat keliru. Walaupun di negeri asalnya, Bahrain, pohon ini disebut juga dengan "Syajaratul Khuldi" tapi bukan itu yang dimaksud.

Penampakannya secara fisik memang nggak beda dengan pohon-pohon pada umumnya. Namun ada keistimewaan dari pohon ini yang tidak dimiliki oleh pohon-pohon lainnya. Sebelum saya bocorin keistimewaannya, sobat tinjau dulu pict Pohon Kehidupan yang dimaksud.





Nah berikut alasan-alasan kenapa pohon ini diberi gelar Pohon Kehidupan ;
  1. Pohon ini cukup tua. Berdasarkan hasil penelitian, pohon ini berumur 400th.
  2. Selama kurang - lebih 400th itu pula pohon ini sanggup bertahan pada kondisi alam yang gersang dan tandus. Lihat pada gambar 1, sejauh mata memandang sobat hanya melihat satu pohon saja. Itulah Pohon Kehidupan.
  3. Yang nggak kalah dahsyatnya dan masih belum ditemukan sebabnya hingga sekarang adalah bagaimana pohon ini bisa tumbuh diatas lahan yang sama sekali nggak memiliki persediaan air. Jangan pernah berpikir kalau pohon ini ada yang rutin nyiramin ya? :-)
sumber: http://semogabetah.blogspot.com/2010/06/pohon-kehidupan-its-real.html

Senin, 07 Juni 2010

Jumat, 28 Mei 2010

Ada Tumbuhan dalam Bohlam Lampu

Domsai

This unique decoration for a desk was invented by famous industrial designer Matteo Cibic. As he described, Domsai is a cactus under a bell jar with legs in ceramic. Each Domsai has its own dome that differentiates it from the others. There are a plenty variations so you’ll find the one with needed character. And as Domsai doesn’t sale with cactus you should think about it after purchasing.

indo

Ini unik untuk dekorasi meja diciptakan oleh desainer terkenal Matteo industri Cibic. Saat ia dijelaskan, Domsai adalah kaktus bawah tabung lonceng dengan kaki di keramik. Setiap Domsai memiliki kubah sendiri yang membedakannya dari yang lain. Ada banyak variasi sehingga Anda akan menemukan satu dengan karakter yang dibutuhkan. Dan sebagai Domsai tidak dijual dengan kaktus Anda harus berpikir tentang hal ini setelah pembelian.

Domsai

Domsai

Domsai

Domsai

Domsai

Domsai

Domsai

Domsai

Domsai

Domsai

sumber: www.beautifullife.info