Labels

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2011

Heboh, Ditemukan Matahari Baru

Penemuan Matahari Baru
Penemuan Matahari Baru. Berita Terbaru, Astronom NASA untuk pertama kalinya menemukan planet yang mirip dengan Matahari. Benarkah ada 2 matahari dalam tata surya kita? Memang bintang itu bersinar berwarna kekuning-kuningan namun tidak seterang matahari dan tidak besar seperti matahari melainkan hanyalah bintang katai merah kecil. Bintang katai itu lebih redup dan lebih dingin. Astronomi mengklarifikasi tentang penemuan planet baru yang mirip dengan matahari itu. Mereka menjelaskan bahwa nama planet baru itu adalah planet Gliese 581. Kehadiran Gliese 581 ini disertai dengan penemuan planet yang mengitari Gliese 581. Planet yang disebut-sebut exoplanet ini memiliki kesamaan hampir mirip dengan bumi hanya ukurannya memiliki besar 2 kali lipat dari bumi. Exoplanet itu memiliki suhu yang cocok bagi makhluk hidup yang berkisar antara 0-40 derajat dan air di planet itu masih berbentuk cairan tidak membeku dan sebagian wilayah masih berbentuk batuan jadi planet ini disinyalir planet layak huni manusia. Penemuan ini akan terus dikembangkan oleh para peneliti. Jika memang bisa dijadikan layak huni manusia, planet itu akan dijadikan tempat ruang angkasa.

Penemuan baru-baru ini telah ditemukan yang disebut-sebut sebagai matahari tersebut. Penemuan ini dilihat langsung oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) yang baru diluncurkan tanggal 14 mei 2010 kemarin. Teleskop ini mampu menangkap gelombang-gelombang yang tak bisa dilihta oleh teleskop lain. Calon bintang raksasa ini disinyalir memiliki panas yang lebih daripada matahari. Saat ini bintang itu masih berbentuk embrio dan diperkirakan akan tumbuh terus menjadi bintang raksasa yang pernah ada di galaksi Bima Sakti pada ribuan tahun mendatang. Pertumbuhan bintang ini sebagai ilmu untuk penelitian tentang proses terjadinya bintang dengan menggunakan teleskop herschel.
“Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi,” ungkap ilmuwan teleskop herschel.















sumber: http://www.harianberita.com/penemuan-matahari-baru.html

Jumat, 11 Juni 2010

Waspadalah ... !!! Matahari segera Meletus

Waspadalah ... !!! Badai Matahari Benar - Benar Akan Segera Terjadi. Aktivitas matahari bakal semakin aktif dan akan mengakibatkan efek negatif bagi Bumi.

Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, sejumlah ilmuwan matahari terkemuka berkumpul di Washington DC, AS Selasa lalu, 8 Juni 2010, untuk membahas cara terbaik melindungi satelit-satelit Bumi dan sistem vital dari badai matahari.

Badai matahari terjadi saat beberapa titik matahari meletus dan memuntahkan cipratan partikel yang bisa merusak. Aktivitas ini berlangsung dalam siklus 11 tahun sekali.

"Matahari telah bangun dari tidur panjangnya. Dan dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat aktivitas matahari dalam level yang lebih tinggi," kata Kepala Divisi Heliophysics NASA, Richard Fisher, seperti dimuat laman Christian Science Monitor.

"Di saat yang sama masyarakat teknologi sedang mengembangkan kepekaan baru menghadapi badai matahari."

Masyarakat di abad 21 sangat bergantung pada sistem berteknologi tinggi dalam kehidupan sehari-hari yang rentan pada akibat badai matahari.

Navigasi GPS, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio darurat semua bisa mati mendadak oleh aktivitas matahari.

Kerusakan ekonomi yang diakibatkan badai matahari diperkirakan dua puluh kali lebih besar dari Badai Katrina -- demikian peringatan yang dikeluarkan National Academy of Sciences dalam sebuah laporan tahun 2008.

Untungnya, banyak kerusakan dapat diatasi jika mengetahui kapan badai akan datang. Itulah sebabnya pemahaman cuaca matahari yang lebih baik dan kemampuan untuk memberikan peringatan dini, sangat penting.

Menempatkan satelit di 'safe mode' dan melepaskan transformator agar dapat melindungi elektronik dari lonjakan listrik yang merusak.

"Prakiraan cuaca luar angkasa ini masih dalam pengembangan, tapi kami membuat kemajuan yang cepat," kata Thomas Bogdan, direktur Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA).

NASA dan NOAA bekerja sama untuk mengelola armada satelit yang memantau matahari dan membantu untuk memprediksi perubahan surya.

Sepasang pesawat ruang angkasa yang disebut stereo (Solar Terrestrial Relations Observatory) ditempatkan di sisi berlawanan dari matahari, yang bisa menampilkan gabungan dari 90 persen dari permukaan matahari.

Selain itu, SDO (yang Solar Dinamika Observatory), yang baru saja diluncurkan pada bulan Februari 2010, bisa menghasilkan foto bagian aktif yang baru di permukaan matahari.

Juga, sebuah satelit tua yang disebut Advanced Komposisi Explorer (ACE), yang diluncurkan pada tahun 1997, masih memantau matahari.

"Saya percaya kami berada di ambang era baru di mana cuaca ruang angkasa dapat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari seperti cuaca bumi biasa." kata Fisher. "Bagi kami, ini sangat serius.

sumber: http://id.pricearea.com/story/story.php?title=waspadalah---matahari-segera-meletus--siapkan-diri-gan-1

Senin, 07 Juni 2010

Misteri Suku Dogon; Suku Terpencil Afrika dengan Pengetahuan Rahasia Astronominya

Suku Dogon merupakan salah satu suku kuno Afrika. Dahulu mereka hanya dikenal sebagai salah satu penghuni benua Afrika, tapi pengetahuan mereka tentang kosmologi telah membuat peradaban mereka menjadi misteri. Sesuatu yang jauh di luar jangkauan peradaban manusia purba telah mereka lakukan. Inilah misteri tentang Suku Dogon dan bintang Sirius.

Misteri tentang apa yang dinamakan “secret knowledge of Dogon ’s” oleh para ilmuwan barat hingga saat ini telah banyak diangkat. Sepanjang penelusuran, sudah banyak yang mengangkat tentang suku Dogon, baik itu di kaskus, maupun di antara teman-teman blogger lainnya. Kali ini saya akan mengangkat misteri tentang suku Dogon tetapi dengan cara saya sendiri.

ASAL MULA MISTERI SUKU DOGON

Suku Dogon mendiami pedalaman Afrika Barat Prancis (pada awal abad keduapuluh, semua daerah Afrika barat menjadi milik Prancis, sehingga dikenal dengan Afrika Barat Prancis). Suku Dogon bukanlah suku yang suka meng-uber-uber tentang kebudayaan mereka dan pengetahuan mereka ke
hadapan publik. Awal mula pengetahuan rahasia mereka terkuak dimulai ketika seorang ahli Antropologi dari Prancis menghabiskan 16 tahun dari masa hidupnya untuk mempelajari kebudayaan Suku Dogon. Marcel Griaule adalah ahli antropologi berkebangsaan Prancis yang menghabiskan 19 tahun untuk mempelajari kebudayaan Afrika. Dari 19 tahun tersebut, 16 tahun di antaranya digunakan untuk mempelajari secara khusus tentang kebudayaan suku Dogon. Dari sinilah misteri tentang secret knowledge of Dogon ’s mulai lebih dipertanyakan publik.

PENGETAHUAN RAHASIA
SUKU DOGON

Tepat pada tahun 1947 ketika Marcel telah 16 tahun berada di tengah-tengah suku Dogon, Marcel didekati oleh para tetua-tetua suku. Para tetua-tetua suku kemudian mengatakan kepadanya jika mereka akan menceritakan kepadanya tentang
pengetahuan rahasia suku Dogon. Pengetahuan yang bahkan oleh sebagaian besar masyarakat suku Dogon tidak tahu. Mereka menganggap Marcel telah terlalu lama menaruh minat terhadap mereka, sehingga mereka merasa layak untuk memberikan penghormatan kepada Marcel dengan menceritakan sesuatu dari suku mereka yang sangat rahasia. Pada hari itu juga adalah pertama kali suku Dogon menceritakan pengetahuan rahasia mereka kepada orang luar dengan cara yang sudah menjadi tradisi mereka secara turun-temurun dari generasi ke generasi mereka. Menceritakan semua pengetahuan tentang alam, suku, bahkan kepercayaan mereka secara lisan, tidak ada surat-surat kuno untuk dibacakan, hanya secara lisan.

Dari semua hal yang diceritakan para tetua suku Dogon kepada mereka, salah satu hal yang paling menarik adalah pengetahuan mereka tentang kosmologi. Mereka menceritakan bahwa permukaan bulan sungguh kering dan tandus, menceritakan tentang Saturnus sebagai planet yang memiliki cincin, menceritakan tentang Jupiter (yang mereka sebut Dana Tolo) sebagai planet yang memiliki empat bulan (satelit) besar. Mereka juga sudah tahu jika galaksi kita, galaksi Bima Sakti adalah galaksi bintang yang berbentuk spiral, dan mereka juga sudah tahu jika planet-planet dalam galaksi ini bergerak dalam orbit elips mengelilingi matahari.

Dari kisah inilah juga diketahui jika suku Dogon memiliki penghormatan khusus untuk bintang Sirius. Mereka tahu jika bintang yang selalu bersinar paling terang di malam hari ini sebenarnya bukan hanya satu, tetapi terdiri dari 2 bintang kembar. Mereka kemudian melanjutkan deskripsi mereka tentang bintang sirius dengan panjang lebar. Bintang paling terang yang biasa kita lihat adalah bintang Sirius A, merupakan bintang paling besar sekaligus yang paling terang dari 2 bintang kembar tersebut, yang disebut suku Dogon sebagai ’Sigi Tolo’. Bintang sirius A ini diorbit oleh bintang yang lebih kecil dari sirius B, sirius B yang oleh suku Dogon disebut Po Tolo atau juga dikenal degan Digitaria. Suku Dogon percaya jika bintang kecil ini adalah benda yang paling berat di alam semesta karena terbuat dari sebuah bahan metal yang mereka sebut Sagala. Bintang Po Tolo ini akan mengorbit Sigi Tolo setiap 50 tahun dalam sebuah orbit elips. Suku Dogon juga mengklaim jika ada bintang ketiga dalam sistem bintang ini yaitu, emme ya, yang berarti matahari para wanita. Bintang ini dideskripsikan sebagai bintang yang memiliki berat 4 kali lebih ringan daripada Po Tolo, bergerak ke arah yang sama di dekat Sigi Tolo tapi dengan orbit yang lebih besar. Emme ya dikatakan memiliki satelit atau planet sendiri yang disebut Goatherd (gembala kambing) atauthe star of women (bintang para wanita). Semua ini tergambar dalam topeng sigui tua yang berumur 400 tahun yang mewakili kosmologi. Semua pengetahuan di atas dideskripsikan..

Semua pengetahuan di atas dideskripsikan dari pengetahuan rahasia suku Dogon kepada Marcel. Mereka mengklaim semua pengetahuan di atas adalah pengetahuan turun-temurun. Mereka percaya bahwa semua pengetahuan di atas berawal ketika sekitar 5.000 tahun lalu, sebuah kapal dewa datang bersamaan dengan munculnya api dan guntur. Kapal itu membawa para Nommo, dewa yang digambarkan bisa hidup di darat dan air dan berwujud setengah ikan. Para Nommo inilah yang dipercaya para tetua suku Dogon telah mendirikan peradaban suku Dogon sekaligus mewarisi pengetahuan tentang kosmologi di atas dan mengenai surga.

Makalah Marcel Griaule mengenai Dogon yang ditulis bersama rekannya, Germaine Dieterlen, dipulikasikan pada tahun 1950. Makalah itu disebut ”A Sudanese Sirius System.” Marcel kemudian meninggal di Paris pada tahun 1956 karena serangan jantung. Ketika Marcel Griaule meninggal, suku Dogon juga mengadakan upacara khusus bagi orang mati sebagai tanda penghargaan yang tertinggi bagi pria ini dari suku Dogon. Pada tahun 1965 kemudian, sebuah buku mengenai Dogon oleh Marcel dan Dieterlen diterbitkan. Buku tersebut dinamakan ”Le Renard Pale atau The Pale Fox”.

Robert Temple dan Misteri Sirius

Robert Temple merupakan salah satu anggota dari Royal Astronomical Society sekaligus penulis buku. Pada tahun 1966, Robert Temple mempelajari buku dari Marcel Griaule dan Germaine Dieterlen, le Renard Pale. Robert kemudian menjadi lebih penasaran tentang bagaimana mungkin suku Dogon yang terisolasi ini bisa mengetahui tentang bintang sirius B yang tidak terlihat oleh mata telanjang serta sistem bintang sirius itu sendiri tanpa teleskop. Robert Temple kemudian melakukan inestigasinya untuk menelusuri kemungkinan lain jika pengetahuan mereka telah diwarisi oleh peradaban suku lain. Robert Temple akhirnya menuangkan kesimpulannya bahwa suku Dogon mungkin telah didatangi oleh para alien pada masa dahulu. Fenomena astronot kuno memang hingga kini juga menjadi misteri tersendiri. Tidak banyak yang yakin, tetapi begitu banyak bukti yang mendukung.

Hingga saat ini, misteri tentang suku Dogon masih menjadi salah satu pertanyaan dari para ahli. Beberapa meragukannya, namun tidak sedikit yang menganggap itu adalah murni noetic science.

Minggu, 30 Mei 2010

Misteri Ka'bah Menggegerkan NASA

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?."



Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.



Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'Bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.



Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama 'Zero Magnetism Area', artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.



Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka'Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :

"Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam"

sumber http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4191113

Jumat, 28 Mei 2010

Misteri Kutub Utara Mars Terungkap



VIVAnews - Palung-palung raksasa berbentuk spiral di kutub utara Planet Mars yang menyerupai kincir raksasa itu kini tidak lagi misterius. Ilmuwan mempunyai sedikit penjelasan tentang salah satu ciri khas Mars yang disebut Mare Boreum atau lembah-lembah raksasa.

Seperti dilansir Space.com, edisi 26 Mei 2010, pembentukan lembah-lembah raksasa spiral yang menyerupai alur tempurung hewan siput itu terbentuk melalui proses yang sangat panjang.

Proses pembentukan lembah raksasa itu sama seperti pembentukan lembah-lembah kecil yang biasa disebut Chasma Boreale, yang sudah ada sebelumnya di lokasi yang sama.

Proses yang berlangsung selama jangka waktu tertentu itu diakibatkan pengaruh matahari dan angin. Iklim di Planet Merah itu juga memungkikan pembentukan lembah yang sebelumnya dinilai misterius itu. Proses erosi dalam waktu panjang juga menjadi salah satu penyebab terbentuknya ngarai-ngarai raksasa.

Awalnya, peneliti menganggap lembah-lembah itu adalah fenomena geologis tua. Tapi mereka belum dapat membuktikan dan hanya bisa mereka-reka.
Ishak Smith, ilmuwan planet di University of Texas Austin mengatakan, bahwa selama ini pandangan peneliti itu tidak dapat dibuktikan. "Mereka ibarat judge a book by its cover," kata Smith.

Tapi, teknologi radar membuka mata ilmuwan. Teknologi radar memungkinkan ilmuwan untuk mengambil gambar 2 dimensi (2D). Mulai dari penampang palung dan lapisan dalam dinding, Radar juga membantu melacak titik-titik geometri struktur bawah tanah, untuk selanjutnya menciptakan tampilan gambar 3 dimensi.

Lembah-lembah yang curam di antara tebing-tebing itu memiliki luas sekitar 1.000 kilometer. Tebalnya mencapai sekitar 2 kilometer. Hasil penelitian radar menunjukkan bahwa lembah-lembah curam itu terbentuk jauh sebelum munculnya palung dangkal berbentuk spiral tadi.

Penelitian awal menyebut, lembah-lembah raksasa itu terbentuk akibat aktivitas mencairnya gunung es dalam waktu lama. Tapi yang menjadi pertanyaan, dalam studi penelitian radar tidak ada bukti sisa-sisa es mencair.

sumber: www.ngobrolaja.com

Sabtu, 22 Mei 2010

Planet NIBIRU adalah Mitos ??


Dari kabar yang telah beredar selama ini, kita ketahui bahwa ada sebuah planet yang sedang mendekati bumi tercinta kita ini. Planet tersebut bernama Nibiru. Dari beberapa sumber juga menyebutkan bahwa planet tersebut akan menabrak bumi kita pada tahun 2012. Ketika di hubung-hubungkan dengan ramalan bangsa Maya tentang kiamat tahun 2012, Pemberitaan ini semakin membuat orang percaya akan hal tersebut.

Pertanyaannya, dari mana asal muasal planet yang di namakan dengan planet Nibiru itu??

berikut petikan dari artikel yang saya kutif dari http://netsains.com/ artikel tersebut memuat tentang wawancara dengan David Morrison, NAI Senior Scientist (NASA).

Cerita dimulai dengan pernyataan tentang keberadaan planet Nibiru, sebuah planet yang “konon” ditemukan oleh bangsa Sumeria. Zecharia Sitchin, orang yang menulis fiksi tentang “The Ancient Mesopotamian Civilization of Sumer”, menyatakan dalam beberapa buku (The Twelfth Planet, ditebitkan tahun 1976) bahwa dia telah menemukan dan menterjemahkan dokumen-dokumen bangsa Sumeria yang mengatakan keberadaan planet Nibiru, sebuah planet yang mengorbit Matahari setiap 3600 tahun. Leteratur bangsa Sumeria ini juga menyebutkan tentang “Astronot Kuno” bernama Annunaki yang mengunjungi Bumi dari peradaban Alien. Lalu Nancy Lieder, yang menyatakan dirinya adalah seorang fisikawan mengatakan dirinya sedang berkomunikasi dengan Alien, lalu menulis dalam website-nya “Zetatalk” bahwa sebuah planet fiksi disekitar bintang Zeta Reticuli memperingatkannya bahwa Bumi sedang dalam bahaya karena planet X/Nibiru. Bencana ini pertama kali diprediksi untuk 23 Mei, tapi ketika tidak terjadi apa-apa tanggal kiamat dimajukan menjadi Desember 2012. Hanya saja akhir-akhir ini literatur Sumeria tersebut dihubung-hubungkan dengan kalender jangka panjang bangsa Maya yang mana berakhir pada tahun 2012. Dari sini tanggal kiamat diprediksikan tepat tanggal 21 Desember 2012.

Nibiru adalah sebuah nama dari astrologi babilonia, terkadang berasosiasi dengan dewa Marduk. Nibiru muncul sebagai karakter kecil dalam syair babilonia Enuma Elish sebagaimana yang tercatat dalam perpustakaan Assurbanipal. Dari sekitar abad 23 sampai abad 17 sebelum Masehi, pernyataan bahwa Nibiru adalah sebuah planet dan diketahui oleh bangsa Sumeria sangat bertolak belakang dengan para sarjana (selain Zecharia Sitchin) yang telah mempelajari dan menterjemahkan literatur dari Mesopotamia kuno. Sumeria memang bangsa yang besar, meraka hebat dalam Agrikultur, pengaturan air, budaya, dan khususnya menulis. Tetapi mereka meninggalkan sedikit sekali catatan tentang pengetahuan astronomi mereka. Yang pasti mereka tidak mngetahui keberadaan tentang Uranus, Neptunus, ataupun Pluto. Mereka juga tidak tahu bahwa planetlah yang mengorbit Matahari, sebuah ide yang berkembang di yunani kuno 2000 tahun setelah keruntuhan bangsa Sumeria. Pernyataan yang mengatakan bahwa bangsa Sumeria sangat hebat dalam bidang astronomi, atau mereka mempunyai dewa bernama Nibiru merupakan hasil dari imajinasi Sitchin.

Terus, kenapa pada tahun 1983, d pemeberitaan koran waktu itu beredar kabar bahwa NASA telah menemukan objek misteius yang dinamakan Planet X?

“Planet X” adalah sebuah ungkapan ketika digunakan untuk objek yang “mungkin” nyata. Istilah tersebut telah digunakan oleh banyak astronom untuk menamakan sesuatu yang mungkin atau dicurigai sebuah objek. Ketika sebuah objek ditemukan, pasti dinamakan, sama seperti Pluto dan Eris, keduanya pernah dinamakan sebagai planet X. Jika sebuah objek ternyata tidak nyata atau bukan planet, maka Anda tidak akan pernah mendengarnya lagi. Jika itu nyata, maka tidak akan dinamakan planet X.

Eris adalah satu dari banyak planet Dwarf yang telah ditemukan oleh astronom di Tata Surya lingkar luar, semuanya memiliki orbit yang normal dan tidak akan pernah pergi ke Bumi. Seperti Pluto, Eris lebih kecil dari bulan kita, sangat jauh, dan orbitnya tidak akan pernah bisa membawanya mendekat lebih dari 4 milyar mil. Tidak ada rahasia tentang Eris dan orbitnya.

Berbicara tentnag bangsa Maya. Bangsa Maya memang pintar dalam hal astronominya. Mereka mengembakan kalender yang begitu rumit.
Kalender kuno menarik bagi para sejarawan, tapi kemampuan penetapan waktu dan kepresisian waktunya tidak bisa kita samakan dengan kemampuan kalender yang saat ini kita gunakan. Yang pasti Kalender modern maupun kuno, tidak bisa memprediksikan tentang masa depan, atau memperingatkan apa yang terjadi pada 2012.

Sekarang, coba perhatikan kalender yang ada di rumah mu?atau di handphone dan meja kerja mu? Kalender kita berakhir tanggal 31 Desember. Tapi tidak terjadi apa-apa pada hari itu. Hal itu bukan lah menandakan bahwa hari itu adalah hari kiamat atau hari akhir, tapi itu merupakan permulaan dari tahun baru.

Jelas sudah bahwa planet Nibiru adalah sebuah Mitos. Tapi hal positif yang perlu kita ambil dari fenomena Planet Nibiru ini bahwa kita harus semakin menguatkan iman kita kepada Tuhan kita. Rasa saling menghargai, tolong menolong antara sesama manusia harus kita lakukan. Satu hal lagi, kita juga harus menyayangi Bumi tercinta kita.

Semoga Bumi kita menjadi tempat yang lebih baik di masa depan.. aminnn


sumber : http://netsains.com/ dan http://bebekkecil.blogspot.com

Jumat, 21 Mei 2010

6 Astronot Bakal Tinggal di 'Mars' 1 Tahun Lebih


MOSKOW - Enam orang astronot yang berasal dari negara Rusia, Eropa, dan China akan menetap di 'planet Mars' selama 520 hari. Mereka akan membuktikan, berapa lama manusia mampu bertahan di Mars.

Pada 3 Juni nanti, tiga orang warga Rusia, satu orang keturunan Kolombia-Itali, satu orang warga Prancis, dan seorang warga China akan diisolasi dalam sebuah kompartemen tertutup sebagai simulasi perjalanan ke Mars dan dibiarkan berada di ruangan tersebut hingga November 2011.

Tentu saja, ini hanya sebuah simulasi, tidak benar-benar memberangkatkan enam astronot tersebut ke Mars. Hanya saja, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar isolasi di 'Mars' tersebut dapat mempengaruhi manusia.

"Ini merupakan penerbangan selama 520 hari ke Mars, belum pernah terjadi sebelumnya dengan durasi selama itu. Saya pikir, jika berbicara mengenai misi manusia ke Mars, mungkin akan terjadi sekira 20, bahkan 30 tahun lagi untuk bisa ke sana," ujar Kepala Penelitian di Badan Luar Angkasa Eropa Martin Zell, seperti dikutip melalui Straits Times, Kamis (20/5/2010).

Ke enam orang tersebut hanya diperbolehkan berada di ruangan masing-masing yang berukuran tiga meter persegi. Ruangan tersebut terletak di Moscow Institute of Biomedical Problems. Mereka akan diisolasi di ruangan tersebut selama tujuh hari seminggu, dengan dua hari waktu libur, kecuali ada peristiwa darurat dalam simulasi tersebut.

Seluruh kru, yang akan dipimpin oleh seorang warga Rusia, akan tinggal dan bekerja layaknya kegiatan astronot di ISS, begitu pula kehidupan mereka sehari-hari, seperti pemeliharaan ruangan dan perangkat, melakukan eksperimen ilmiah, dan latihan-latihan.

Selama 'surface operations' yang dilakukan 250 hari setelah mereka 'mengorbit', seluruh kru akan dibagi menjadi dua kelompok. Tiga orang akan menjelajahi permukaan mars, sedangkan yang lain akan mengendalikan pesawat luar angkasa di orbit, selama satu bulan. (srn)
Okezone

sumber:http://fawaztechno.blogspot.com

Ditemukan Bayi Matahari Baru di Tata Surya Kita

Berita luar angkasa dari hasil tangkapan Teleskop Herschel cukup membuat perhatian lebih para peneliti di dunia, karena teleskop tersebut berhasil menangkap embrio bintang baru yang berada di tata surya kita. Bintang tersebut bisa kita sebut sebagai sang Matahari baru karena jika di perhatikan dan di teliti untuk ukuran jika sudah terbentuk nanti bisa saja besar nya akan melebihi matahari yang sudah ada dalam susunan tata surya bima sakti kita, waah masa nanti ada dua matahari yah, aneh.

Menurut info detektor inframerah yang di miliki oleh Teleskop Herschel mampu menangkap materi suhu rendah yang bisa melahirkan bintang, RCW 120 atau citra gelembung gas disinyalir dapat membantu untuk menjelaskan bagaimana proses sebuah bintang raksasa terbentuk. Waa canggih sekali yah teknologi yang di miliki oleh manusia sekarang ini, sampai-sampai kemunculan embrio bintang baru saja bisa di deteksi.

embrio_bayi_bintang_matahari_baru

Kalau kita lihat sang calon bintang raksasa ini dalam citra teleskop tersebut tampak seperti sebuah gumpalan putih di tepi bawah gelembung. Embrio itu diperkirakan bisa tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar dan yang paling cerah di galaksi dalam ratusan ribu tahun mendatang. Apa seperti artikel tentang kemunculan objek terang di luar angkasa yah?

Menurut para peneliti juga di sinyalir calon bintang besar seperti matahari ini memiliki massa sekitar delapan hingga sepuluh kali lebih besar dibanding massa Matahari, dan dikelilingi begitu banyak material. Waw bisa kita bayangkan yah besar nya seperti apa, matahari yang ada di tata surya kita saja sudah sangat besar, ternyata ada lagi calon bintang yang masih jadi embrio bakal melebihi besarnya.

Info menyatakan jika saja ada banyak gas dan debu berjatuhan di embrio bintang baru tersebut maka objek baru luar angkasa ini mempunyai potensi untuk menjadi salah satu objek besar atau raksasa dalam Galaksi Bima Sakti, katanya juga jika saja ini terjadi maka kehadiran dari bintang baru pesaing dari matahari tersebut dapat mempengaruhi keadaan lingkungan sekitar.

Ilmuwan Herschel, Dr. Annie Zavagno, dari Laboratoire d’Astrophysique de Marseille menyatakan, “Ini merupakan bintang besar yang mengontrol evolusi kimia dan kedinamisan galaksi,” ia juga menambahkan lagi “Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi.”

Embrio bintang baru cikal bakal bayi matahari ini disinyalir lebih besar 10 kali dari matahari kita dan bisa terbentuk dengan sempurna menjadi seperti matahari dengan jarak waktu sekitar 100 tahun lagi. Waah kalau jadi ada dua matahari di tata surya kita bisa berabe donk nih kalau ada kejadian seperti badai matahari bakalan lebih dahsyat lagi.

sumber: http://lyric13.wordpress.com

Senin, 17 Mei 2010

Mungkinkah Mikroba Dari Bumi Mengkontaminasi Mars?

Apakah ada kehidupan di Mars? Pertanyaan itu seringkali muncul dalam benak manusia. Pertanyaan yang terus dicari jawabannya. Berbagai misi telah diluncurkan ke Mars. Data yang di dapat pun mulai diolah. Tapi ada sebuah pertanyaan yang juga muncul seiring pengiriman berbagai misi ke ruang angkasa tersebut.

http://whoyoucallingaskeptic.files.wordpress.com/2008/10/mars.jpg

Mungkinkah ada bakteri dari Bumi yang terbawa dan mengkontaminasi planet merah tersebut? Sebuah penelitian mencoba membahas masalah tersebut. Diperkirakan, jika ada bakteri yang terbawa pada pesawat ruang angkasa yang diluncurkan maka terdapat kemungkinan bagi bakteri untuk tetap selamat dari lingkungan Mars yang keras dalam waktu lama untuk kemudian mengkontaminasi Mars dengan kehidupan kebumian.

Jadi seandainya kita menemukan ada kehidupan di planet merah tersebut apakah itu kehidupan asli dari Mars? Ataukah kehidupan yang dibawa dari Bumi?

http://www.dartmouth.edu/~library/kresge/images/cub_mars_lesson02_image3.jpg

Dalam penelitiannya, ilmuwan dari University of Central Florida membangun replika kondisi di Mars dengan dengan membuat kondisi kekeringan, hypobaria, temperatur rendah dan penyinaran sinar UV.

Selama minggu-minggu penelitian tersebut, para peneliti menemukan Escherichia coli sebagai bakteri yang berpotensi untuk mengkontaminasi pesawat ruang angkasa. E-coli juga diperkirakan selamat namun tidak tumbuh di permukaan Mars jika ia terlindungi dari sinar ultraungu oleh lapisan tipis debu atau berada di relung yang terlindungi dari sinar ultraungu pada pesawat ruang angkasa.

http://microvet.arizona.edu/Courses/MIC419web/secure/CaseEcoli/EcoliEM4.jpg

Kemungkinan bakteri yang terbawa pesawat ruang angkasa memang telah menjadi perhatian dalam setiap misi. Untuk melindungi pesawat ruang angkasa dari kontaminasi maka dilakukan sterilisasi agar tidak terjadi kontaminasi dari Bumi terhadap permukaan Mars.

Dengan tidak mengesampingkan adanya sterilisasi yang sudah dilakukan, studi yang dilakukan saat ini menunjukkan ada berbagai komunitas mikroba yang memiliki kemungkinan masih ada saat dilaksanakan peluncuran.

Diperkirakan, kondisi steril yang dibuat pada fasilitas pembangunan pesawat ruang angkasa memastikan hanya spesies yang elastik seperti acinetobacter, bacillus, escherichia, staphylococcus dan streptococcus yang selamat.

Nah, jika mikroba dengan masa hidup panjang memungkinkan untuk selamat di Mars, tentunya misi eksplorasi Mars di masa lalu dan masa depan telah menjadi medium yang menghantarkan kehidupan terrestrial ke planet merah tersebut. Untuk itu penelitian lanjutan mengenai potensi kehidupan berbagai jenis mikroba perlu dipelajari lagi.

Sumber :
langitselatan.com

Jumat, 14 Mei 2010

Penemuan Anak Matahari Yang Lebih Panas Dari Matahari





Sebuah calon bintang raksasa dengan massa jauh lebih besar dibanding Matahari di tata surya ini sedang tumbuh dalam sebuah gelembung gas. Gambar embrio bintang tersebut terekam oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA).

Menurut laman stasiun televisi BBC, 6 Mei 2010, citra gelembung gas yang disebut RCW 120 itu dirilis beberapa hari menjelang peringatan satu tahun peluncuran teleskop Herschel ke orbit. ESA meluncurkan teleskop Herschel pada 14 Mei 2009.

Detektor inframerah milik Herschel mampu melihat materi bersuhu rendah yang bisa melahirkan bintang. Citra seperti RCW 120 akan membantu menjelaskan bagaimana proses sebuah bintang raksasa terbentuk.

Calon bintang raksasa dalam citra teleskop tersebut tampak seperti sebuah gumpalan putih di tepi bawah gelembung. Embrio itu diperkirakan bisa tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar dan yang paling cerah di galaksi dalam ratusan ribu tahun mendatang.

Calon bintang raksasa tersebut sudah memiliki massa sekitar delapan hingga sepuluh kali lebih besar dibanding massa Matahari, dan dikelilingi begitu banyak material.

Bila lebih banyak gas dan debu berjatuhan di bintang tersebut, objek itu berpotensi menjadi salah satu objek raksasa dalam Galaksi Bima Sakti, dan akan berpengaruh bagi lingkungan sekitarnya.

“Ini merupakan bintang besar yang mengontrol evolusi kimia dan kedinamisan galaksi,” terang ilmuwan Herschel, Dr. Annie Zavagno, dari Laboratoire d’Astrophysique de Marseille.

“Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi,” lanjut Zavagno.

Herschel memiliki kemampuan unik yakni mampu melihat proses fisik yang tidak bisa dilakukan teleskop lain. Teleskop Hubble misalnya, tidak bisa melihat secara detail seperti yang dihasilkan Herschel. (Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati)





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4104957