Labels

Minggu, 17 Juli 2011

Rumah Gua yang Dijadikan Tempat Tinggal

Gua-gua ini diperlakukan sebagai rumah dan sebagai tempat persembahyangan yang biasanya terkombinasi dalam strukturnya. Setelah kawasan gua metropolitan ditinggalkan, strukturnya menjadi hancur dan tidak terpelihara, namun tidak semua gua ditinggalkan begitu saja. Di kawasan utara Cina, tempat tinggal gua masih menjadi rumah bagi lebih dari jutaan manusia.

1. Matmata


Matmata merupakan desa kecil di wilayah selatan Tunisia. Beberapa penduduk yang bertetangga dengan Berber ini tinggal di tempat tinggal bawah tanah yang konvensional. Gua ini terbentuk dari galian lubang yang sangat besar di tanah. Kemudian di sekitar tanah yang mengelilingi lubang itu dibuat ruangan-ruangan sebagai kamar.

2.Bamiyan


Bamiyan adalah tempat dimana dua patung Buddha raksasa yang terukir di samping tebing dan dibuat pada abad ke-6. Sebenarnya karya ini merupakan patung yang berdiri kokoh tertinggi di dunia sebelum dihancurkan oleh Taliban pada tahun 2001.

Tempat tinggal gua yang berada di kaki patung yang hancur tersebut pada masa lampau merupakan tempat ribuan para biksu tinggal namun kemudian menjadi tempat dimana para Taliban menyimpan senjatanya.

Setelah Taliban mundur dari kawasan tersebut, para penduduk mulai menggunakan gua-gua yang ditinggal tersebut sebagai rumah mereka.

3. Guyaju


Terkadang disebut dengan istilah labirin terbesar yang ada di Cina. Guyaju merupakan rumah gua kuno yang berlokasi 80 kilometer dari Beijing. Tidak ada catatan pasti yang ditemukan tentang asal dari gua ini.

Gua ini terpahat dari tebing terjal di teluk yang mengahadap Kota Zhangshanying. Yang menarik dari gua ini adalah jumlah ruangan yang mencapai 110 kamar yang terbuat dari batu dan merupakan tempat tinggal gua terbesar yang pernah ditemukan di Cina.

4. Sassi di Matera


Sassi di Matera atau dalam bahasa Indonesia berarti batu-batu dari Matera merupakan tempat tinggal gua yang terletak di kota kuno Matera. Sassi berawal dari pemukiman prasejarah dan bersamanya berkembang kegiatan perdagangan pertama yang dilakukan penduduk Italia.

Pada tahun 1950-an, pemerintahan federal setempat memaksa untuk merelokasi penduduk yang tinggal dikawasan Sassi ke kota yang lebih modern. Walaupun demikian, beberapa penduduk masih setia dengan rumah guanya di Sassi seperti leluhur mereka.

sumber 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar