Labels

Minggu, 17 Juli 2011

MOZART Kekurangan Sinar Matahari


Kalau saja Wolfgang Amadeus Mozart menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah untuk menikmati sinar matahari, kita mungkin punya lebih banyak masterpiece dari komposer itu. Ilmuwan menemukan, komposer itu, yang meninggal pada usia 35 tahun, tidak mendapatkan cukup sinar matahari pada masa hidupnya.

Ia tinggal di Austria, yang lebih redup ketimbang sebagian besar Eropa, dan bekerja hingga laurt malam, lalu tidur di siang hari. Hal itu mencegah tubuhnya untuk memproduksi level vitamin D yang cukup. Mozart menderita sakit sepanjang hidupnya, termasuk penyakit ginjal, cacar, tifus, tonsilitis, dan radang tenggorokan.

Ilmuwan pensiunan NASA, Dr William Grant, percaya bahwa kekurangan vitamin D merupakan penyebab dari kesehatannya yang buruk dan kematian dininya. Dr Grant, sebagiamana diberitakan Daily Mail, Sabtu (16/7/2011), mengatakan, "Hampir semua penyakit punya hubungan dengan vitamin D. Jika saja Mozart tahu tentang vitamin D dan punya akses ke suplemen itu, hasil karyanya selama masa hidupnya bisa jadi dua kali lipat jumlahnya."

"Vitamin sinar matahari" penting untuk kesehatan tulang dan dihasilkan ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B dari matahari. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan banyak kondisi medis, dan meningkatkan risiko terserang influenza, pneumonia, kanker tertentu, penyakit jantung, dan nyeri yang terkait dengan muskuloskeletal.

"Hal yang sama terjadi pada sejumlah musisi terkenal lainnya yang meninggal pada usia muda. Saya pikir musisi modern saat ini tidak menyadari fakta bahwa dengan tinggal dalam ruangan, mereka tidak mendapatkan cukup jumlah vitamin D yang mereka perlukan," kata Dr Grant.

Studi itu, "Medical Problems of Performing Artists", juga menunjukkan dua musisi terkenal dunia lainnya meninggal karena kekurangan sinar matahari. Pemain cello Inggris, Jacqueline du Pre Maria, meninggal tahun 1987 dalam usia 42 akibat multiple sclerosis, penyakit yang ada kaitannya dengan kekurangan vitamin D. Komposer Austria, Gustav Mahler, meninggal tahun 1911 karena endokarditis bakteri, yang juga disebabkan oleh kekurangan vitamin D.

Banyak orang yang berspekulasi tentang kematian Mozart. Ia dimakamkan tiga hari setelah meninggal tahun 1791, dan tidak ada otopsi yang pernah dilakukan terhadap mayatnya. [http://dailymail.co.uk/]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar