Labels

Kamis, 21 Juli 2011

Sadis, Habis Kawin, Ratu Semut Tinggalkan Pejantan





Semut Mycocepurus smithii diduga aseksual, tapi ternyata mereka kawin. Setelah kawin, pejantannya ditinggal.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa semut aseksual Amerika Latin, Mycocepurus smithii sebenarnya juga melakukan pembuahan seksual.

Tiga penelitian sebelumnya yang dilakukan antara tahun 2005 hingga 2009, menemukan bahwa koloni semut M. smithii hanya terdiri atas satu ratu dan semut-semut pekerja yang semuanya betina. Jadi tidak ada jantannya.

Lalu bagaimana reproduksinya? Ilmuwan yakin bahwa semut ini melakukan reproduksi aseksual (tanpa pembuahan).


Spoiler:



Namun seperti ditulis PhysOrg, Christian Rabeling dari Universitas Harvard, melakukan penelitian ulang dengan mengambil sampel gen 234 semut M. smithii. Ia meneliti empat koloni semut di sungai Amazon di Brazil, dan menemukan bahwa pada ratunya ternyata terdapat sperma. Dari mana sperma ini berasal?

Peneliti mengungkapkan bahwa ternyata ratu semut bereproduksi dengan pejantan di satu tempat, dan memulai koloni baru di tempat lain tanpa mengajak serta pejantannya.

Lalu ada di mana pejantannya?

Mereka menduga, pejantannya dipakai untuk kawin lalu ditinggal. Sampai sekarang peneliti masih belum berhasil menemukan M. smithii pejantan. [mor]


Spoiler:


Klik disini untuk lihat sumbernya



Semut Mycocepurus smithii diduga aseksual, tapi ternyata mereka kawin. Setelah kawin, pejantannya ditinggal.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa semut aseksual Amerika Latin, Mycocepurus smithii sebenarnya juga melakukan pembuahan seksual.

Tiga penelitian sebelumnya yang dilakukan antara tahun 2005 hingga 2009, menemukan bahwa koloni semut M. smithii hanya terdiri atas satu ratu dan semut-semut pekerja yang semuanya betina. Jadi tidak ada jantannya.

Lalu bagaimana reproduksinya? Ilmuwan yakin bahwa semut ini melakukan reproduksi aseksual (tanpa pembuahan).


Spoiler:



Namun seperti ditulis PhysOrg, Christian Rabeling dari Universitas Harvard, melakukan penelitian ulang dengan mengambil sampel gen 234 semut M. smithii. Ia meneliti empat koloni semut di sungai Amazon di Brazil, dan menemukan bahwa pada ratunya ternyata terdapat sperma. Dari mana sperma ini berasal?

Peneliti mengungkapkan bahwa ternyata ratu semut bereproduksi dengan pejantan di satu tempat, dan memulai koloni baru di tempat lain tanpa mengajak serta pejantannya.

Lalu ada di mana pejantannya?

Mereka menduga, pejantannya dipakai untuk kawin lalu ditinggal. Sampai sekarang peneliti masih belum berhasil menemukan M. smithii pejantan. [mor]


Spoiler:


sumbernya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar