Labels

Selasa, 19 Juli 2011

Blind Date Tanpa Merasa Canggung

Jika usia semakin bertambah, dan kita tak juga memiliki pasangan, tentu kita makin terdesak untuk segera mengubah status relationship kita. Sayangnya masih banyak di antara kita yang malu mencari, karena tidak ingin terkesan desperate banget. Atau, kita tidak tahu bagaimana mencari seseorang yang punya prospek untuk dijadikan pasangan.

Tidak semua orang cukup beruntung bisa jatuh cinta lagi pada seseorang seperti waktu sekolah dulu. Saat usia semakin dewasa, hubungan yang serius lebih sering terjadi karena adanya komitmen. Anda merasa cocok dengan seseorang, memiliki visi ke depan yang sama, lalu sepakat untuk menikah. Nah, bila “seseorang” ini pun tak juga ditemukan, Anda memang harus lebih terbuka terhadap berbagai kemungkinan. Misalnya, menerima tawaran seorang rekan yang ingin mengenalkan Anda pada seseorang. Tak perlu langsung berkata “tidak” terhadap tawaran seperti ini. Bahkan bila mungkin, banyak-banyak lah menerima tawaran seperti ini. Hitung-hitung menambah teman baru, dan menambah pilihan Anda.

Bagaimana dengan blind date?
Ini pun tak ada ruginya. Anda tak akan tahu siapa jodoh Anda, dan bagaimana Anda bertemu dengannya, bukan?
Kencan buta tak selamanya menakutkan, memalukan, atau mengesankan keputusasaan Anda. Ada cara untuk menjalani blind date yang aman dan tidak membuat Anda canggung saat bertemu pria baru.
Hanya kencan dengan pria yang direkomendasikan teman. Teman baik tentu sudah sangat mengenal sifat-sifat atau keinginan Anda. Jika ia mempunyai teman kantor atau sahabat yang dirasanya akan cocok untuk Anda, terima saja tawarannya. Tetapi pastikan bahwa teman Anda juga mengenal calon teman kencan Anda ini dengan baik. Tanyakan bagaimana kebiasaan si pria, apa hobinya, apa pekerjaannya, dan lain sebagainya. Hal ini bisa menjadi bahan obrolan Anda nanti.
Bertemu di tempat umum. Meskipun Anda percaya sekali pada teman Anda si Mak Comblang, pria yang dikenalkannya tetap lah orang asing untuk Anda. Karena itu jangan dulu mengundangnya di rumah Anda, apalagi memperkenalkannya pada keluarga Anda. Bertemulah di coffee shop atau tempat lain yang sudah pernah Anda kunjungi dan dikenal teman kencan Anda. Selain lebih aman, baik Anda maupun sang teman kencan juga tidak merasa nervous karena berada di tempat baru. Lebih dari itu, jika kencan tidak sukses, Anda lebih mudah melarikan diri.

Jangan membawa teman. Tidak disarankan bagi Anda untuk membawa teman, baik seorang maupun segerombolan. Hal ini hanya akan membuat teman kencan Anda canggung. Anda tentu juga tak ingin jika teman kencan Anda membawa pasukannya, kan?

Atur penampilan diri Anda. Pakai pakaian yang Anda sukai, namun tidak perlu berlebihan. Misalnya yang berleher terlalu rendah, atau malah terlalu cuek. Jangan memakai parfum terlalu banyak. Tarik nafas dalam-dalam, dan mulai lah tersenyum. Jadilah diri Anda sendiri. Jangan lupa, jabat tangannya dengan erat. Hal ini menunjukkan bahwa Anda orang yang hangat. Ucapkan terima kasih saat dia melakukan sesuatu untuk Anda.
Jangan berharap terlalu banyak. Saat menghadapi kencan buta, jangan langsung menganggap Anda bakal cocok dan menjadi pasangan yang sempurna. Jangan memasang tampang kaget jika ternyata tampang teman kencan Anda ternyata mengecewakan. Ingatlah untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilannya.
Pilih obrolan yang ringan. Obrolan soal pekerjaan, keluarga dan teman-teman, hobi, dan hal-hal populer seperti film, musik, atau olahraga, akan membuat perbincangan menjadi lancar. Jangan membahas soal hubungan di masa lalu, menyampaikan kejelekan orang lain, atau topik lain yang tidak disukainya. Jangan memonopoli pembicaraan, dan tunjukkan bahwa Anda juga tertarik pada cerita-ceritanya.
Buka mata, buka telinga. Sekarang tiba waktunya untuk menilai dirinya yang sesungguhnya. Perhatikan bagaimana gerak-geriknya, bagaimana dia merespons pertanyaan-pertanyaan Anda. Apakah dia terlihat tertarik untuk mengetahui diri Anda lebih lanjut, atau memotong pembicaraan Anda untuk bercerita mengenai dirinya sendiri?

Jangan kapok. Tak perlu terlalu serius dalam menjalani blind date. Jika pun kencan pertama tak begitu sukses, namun Anda merasa sebenarnya dia cukup baik, berikan kesempatan kedua. Mungkin dia masih merasa tegang saat kencan pertama, sama halnya dengan Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar