Labels

Jumat, 04 Juni 2010

sQuba mobil pertama yang bisa berjalan di dalam air

Three decades ago James Bond (then enacted by British star Roger Moore) wowed the world with a car that could ‘fly’ under water in the movie The Spy Who Loved Me. Only, it was animation and not an actual scene.

But Frank M Rinderknecht, the 52-year-old automobile visionary and boss of Swiss automaker Rinspeed, has turned a dream into reality with his ’sQuba.’

Indonesia

Tiga dekade lalu James Bond (kemudian ditetapkan oleh bintang Inggris Roger Moore) memukau dunia dengan mobil yang bisa 'terbang' di bawah air dalam film The Spy Loved Siapa Aku. Hanya, itu animasi dan bukan adegan yang sebenarnya.

Tapi, Frank M Rinderknecht, 52 tahun mobil visioner dan bos Rinspeed otomotif Swiss, telah berpaling mimpi menjadi kenyataan dengan sQuba nya '. "

sQuba is the world’s first real submersible car that can ‘move like a fish underwater’. It can dive up to 32.8 feet (10 mt) below the surface of the water and can move at a sedate 1.8 miles per hour.

The sQuba has an open cockpit for ’safety reasons’ (so that people can get out easily anytime in case of an emergency). The occupants of the car have to breathe compressed air through built-in scuba masks.

Indonesia

sQuba merupakan mobil pertama kapal selam di dunia nyata yang dapat 'bergerak seperti ikan dalam air'. Hal ini dapat menyelam hingga 32,8 kaki (10 mt) di bawah permukaan air dan dapat bergerak dengan tenang 1,8 mil per jam.

sQuba memiliki kokpit terbuka untuk 'alasan keamanan' (sehingga orang dapat keluar kapan saja dengan mudah dalam kasus darurat). Penghuni mobil harus bernapas kompresi udara melalui built-in masker scuba.

sQuba is an electric car that uses rechargeable lithium-ion batteries and 3 electric motors for propulsion. It is a zero-emission car as documented by the rotating license plate in the rear. It produces no exhaust emissions.

The ’sQuba’s’ filling station is the water reservoir.? It is no surprise that the vehicle features powerful yet energy-saving LED lighting technology.

The first car that could drive underwater was Quandt’s Amphibicar, built in 1968. Only 3,878 were produced but many are still being driven on roads.

Then Gibbs Technologies came up with Gibbs Aquada in 2004 which Virgin boss Richard Branson used to break the speed record for crossing the English Channel. However, the sQuba seems to be the most exciting of them all.

To drive on the roads, the sQuba ‘relies on a stainless coil-over suspension from KW automotive and large Pirelli tires mounted on custom-made forged light-weight wheels from AEZ with 17- and 18-inch diameters.’

indonesia

sQuba merupakan mobil listrik yang menggunakan baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang dan 3 motor listrik untuk penggerak. Ini adalah mobil nol-emisi yang didokumentasikan oleh plat yang berputar di belakang. Ini tidak menghasilkan emisi gas buang.

The '' sQuba's stasiun pengisian reservoir air.? Tidak mengherankan bahwa kendaraan fitur teknologi pencahayaan kuat namun hemat energi LED.

Mobil pertama yang bisa mengemudi bawah air adalah Quandt's Amphibicar, dibangun pada tahun 1968. Hanya 3.878 diproduksi tetapi banyak yang masih didorong di jalan.

Lalu Gibbs Technologies datang dengan Gibbs Aquada pada tahun 2004 yang bos Virgin Richard Branson yang digunakan untuk memecahkan rekor kecepatan penyeberangan Selat Inggris. Namun, sQuba tampaknya yang paling menarik dari mereka semua.

Untuk mengemudi di jalan, sQuba 'bergantung pada-coil stainless atas suspensi dari KW otomotif dan ban Pirelli besar yang dipasang di custom-made ditempa roda ringan dari AEZ dengan 17 - dan diameter 18 inci. "


sumber: realitypod.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar