Labels

Senin, 19 Desember 2011

Foto: Aksi Solidaritas Kaum Punk di Aceh

Puluhan anak punk (punkers) menggelar unjuk rasa dengan menggunting rambut mereka ala mohawk di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu, 17 Desember 2011. Aksi ini merupakan gerakan solidaritas atas kejadian tidak semena-mena yang dilakukan polisi di Aceh saat penertiban konser amal di Taman Budaya Banda Aceh, Sabtu, 10 Desember 2011.

Selain memotong rambut ala mohawk, mereka juga menggelar spanduk yang menolak tindakan yang menondai hak asasi manusia. anak muda ini meminta polisi menangkap tukan korupsi dan bukannya mereka.

Penertiban konser musik di Taman Budaya Banda Aceh terpaksa ditertibkan karena tidak mengantongi izin. Tapi penertiban itu berujung pada razia anak punk saat konser yang digelar komunitas 'Street Punk'. Padahal dana yang berhasil dikumpulkan dari konser akan disumbangkan ke panti asuhan.

Sebanyak 65 anak punk dari berbagai provinsi di pulau Sumatera dan Jawa yang terjaring digunduli dan direndam di sebuah kolam di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Mereka juga dibina selama 10 hari.

Kritik datang dari berbagai kalangan aktivis. Mereka mempertanyakan dasar penahanan dan pembinaan dengan cara militer. Pembinaan di panti sosial atau lembaga lain dianggap sudah cukup. Tapi kejadian ini telah merusak kebebasan berekspresi.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengaku punya alasan merazia para punker. Ia menilai, bahwa anak punk itu sudah meresahkan dan mempengaruhi generasi muda di Banda Aceh untuk mengikuti gaya hidup mereka.

Berikut foto-foto aksi punk di Aceh:

















sumber: vivanews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar