Labels

Senin, 19 Desember 2011

Implan Payudara Bergeser Masuk ke Paru

Usai pemasangan implan payudara, aktivitas fisik perlu dibatasi sampai bekas operasinya benar-benar sembuh. Jika tidak, akibatnya seperti yang dialami seorang perempuan di Amerika yakni implan tersebut bergeser masuk hingga ke paru-paru.

Saat kecelakaan terjadi, perempuan berusia 59 tahun yang tidak disebutkan namanya itu sedang melakukan senam pilates. Senam ini lumayan berat untuk orang seusianya, karena merupakan kombinasi antara keseimbangan gerak tubuh dengan olah pernapasan.

Bagian terberat bagi perempuan ini sepertinya adalah gerakan Valsava, yakni menghembuskan napas sekuatnya dengan posisi hidung dan mulut tertutup. Jika digambarkan, usaha untuk melakukan gerakan ini kurang lebih mirip seperti orang sedang mengejan saat buang air besar.

Saking kuatnya berusaha, perempuan ini merasakan ada perubahan pada bentuk tubuhnya. Payudaranya yang memang pernah diangkat karena kanker mendadak jadi rata, lalu ketika diraba implan silikon yang selama ini dipakainya sudah hilang entah ke mana.

"Saya ingat betul, pasien ini berteriak-teriak, 'Tubuhku menelan payudaraku'" kata Dr Tiffany Fong dari Johns Hopkins Hospital, dokter jaga di bagian Unit Gawat Darurat yang menangani kasus ini seperti dikutip dari ABC News, Minggu (18/12/2011).

Hasil pemindaian ultrasonik menunjukkan, implan silikon yang tadinya dipasang di payudara telah masuk dan terjebak di antara paru-paru dan tulang iga. Diyakini saat mengejan, implan tersebut terdorong oleh otot-otot dada hingga bergeser dari tempatnya.

Menurut Dr Fong, kecelakaan ini bisa saja membuat fungsi paru-paru terganggu dan tidak bisa bernapas. Untungnya seperti dilaporkan di New England Journal of Medicine, perempuan ini akhirnya selamat dan tidak mengalami dampak serius yang mengancam jiwanya.

Seperti halnya operasi jantung, operasi pemasangan implan payudara juga meninggalkan bekas luka yang baru bisa pulih sedikitnya dalam 6 bulan. Selama pasa pemulihan, olahraga dan aktivitas fisik sebaiknya dikurangi agar jangan terlalu berat.

Pergeseran alat bantu seperti katub buatan sering terjadi pada pasien operasi jantung, namun sebenarnya sangat jarang terjadi pada pasien implan payudara. Karena itu para dokter masih mempelajari kasus ini, sebab kecil kemungkinan bahwa penyebabnya hanya karena sekedar luka operasi.