Labels

Selasa, 20 Desember 2011

Mendiang Kim Jong Il dan Sejarah Korea Utara


foto
Pemimpin KoreaUtara Kim Jong-il melambaikan tangan dri mobilnya, usai bertemu dengan presiden Rusia Dmitry Medvedev di wailayah Siberia Buryatia, Agustus 2011. REUTERS/Dmitry Astakhov/RIA Novosti/Kremlin


Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il meninggal dunia dalam usianya yang ke-69 karena diabetes dan jantung. Kabar gangguan kesehatan pemimpin berjuluk "Dear Leader" ini sudah beredar sejak 2008. Ia diberitakan mengalami stroke. Namun Kim beberapa kali tampil melalui foto dan video yang memperlihatkan dia sehat.

Kim lahir dari keluarga pejuang Korea Utara. Bapaknya, Kim Il-sung, merupakan perintis sosialis Korea Utara yang beristrikan Kim Jong-suk. Kim Jong-il lahir ketika semangat nasionalisme Korea sedang menggebu untuk merdeka dari penjajahan Jepang. Pada 1942 Kim kecil lahir di sebuah kamp rahasia di pegunungan Baekdu.

Dalam Biography of the Dear Leader Kim Jong-il disebutkan kelahiran Kim kecil disambut dengan burung walet serta pelangi di pengunungan. Malamnya bintang memendarkan sinarnya. Tanda alam itu seakan menyiratkan bahwa Kim kecil akan membawa warna perubahan bagi Korea Utara. Bagaimana kisah Kim dan Korea Utara?

1592

Invasi Jepang. Sebagian besar Korea berada di bawah kekuasaan Jepang, tapi pengaruh Cina masih terasa di berbagai kawasan.

1874

Perjanjian Kanghwa antara Cina dan Jepang. Perjanjian ini membuat Korea lepas dari isolasi dan dominasi Cina. Hubungan dagang dengan Jepang juga terbuka.

1894-1895

Perang Cina dan Jepang memperebutkan Korea. Jepang memenangi perang dan menjadikan Korea negara protektorat di bawah Jepang.

1910

Korea menjadi koloni Jepang.

1922

Partai Komunis Korea (KCP) berdiri, tapi beraktivitas di Uni Soviet sebagai tempat pengasingan.

16 Februari 1942
Kim Jong-il lahir. Catatan versi Uni Soviet menyebutkan Kim lahir pada 1941 di Siberia.

15 Agutus 1945

Hari kemerdekaan Korea Selatan.

9 September 1945

Negara Korea Utara yang sosialis resmi berdiri.

1948

Gagalnya perundingan reunifikasi. Korea dibagi dua di garis paralel 38 derajat menjadi Korea Utara di bawah "perlindungan" Uni Soviet dan Korea Selatan dengan Amerika Serikat.

9 September 1948
Proklamasi Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara). Kim Il-sung, Presiden KCP sejak 1945, menjadi pemimpin Korea Utara hingga 1994. Pada 1972, Kim menjadi Presiden.

25 JunI 1950
Kim Il-sung menginvasi ke Korea Selatan. Tiga hari kemudian tentara Uni Soviet yang membantu berhasil menaklukkan Seoul.

September 1950
Pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang didominasi oleh Amerika Serikat yang dipimpin Jenderal MacArthur, datang ke Korea Selatan untuk mengusir pasukan Korea Utara.

26 November 1950

Pasukan Cina ikut berperang membantu Korea Utara.

4 Januari 1950

Seoul kembali jatuh. Kali ini ke tangan Cina dan Korea Utara.

27 Juli 1953

Kesepakatan membentuk zona bebas militer sepanjang garis 38 derajat dan membentuk solusi penyelesaian perang secara permanen.

Agustus 1971

Palang Merah Korea Utara dan Selatan untuk pertama kalinya membicarakan penyelesaian masalah "korban-korban" Perang Korea. Seperti keluarga yang terpisah.

September 1981
Protes buruh di Chongjin, Korea Utara. Sebanyak 500 orang terbunuh akibat bentrok dengan tentara.

1983
Bom yang dipasang oleh agen intelijen Korea Utara meledak di Yangon, Myanmar, dan menewaskan 17 orang. Empat menteri Korea Selatan ikut tewas. Presiden Korea Utara Kim Il-sung diduga keras menjadi dalang peledakan.

20-23 September 1985
Reuni keluarga kedua Korea (30 warga Korea Utara dan 35 dari Selatan) untuk pertama kalinya di Pyongyang dan Seoul.

1988
Korea Utara setuju menjadi tuan rumah pendamping Olimpiade musim panas, tapi kemudian memboikot.

1990
Perundingan-perundingan untuk reunifikasi dimulai, tapi jalan di tempat saja.

1993
Pemerintah Kim menolak rencana kunjungan komisi penilik senjata nuklir PBB ke Korea Utara dan menolak menandatangani Non-Proliferation Treaty.

Juni 1994
Kim Il-sung meninggal dunia.

1997
Kim Jong-il menggantikan ayahnya, Kim Il-sung, sebagai pemimpin Korea Utara.

31 Agustus 1998
Korea Utara melakukan tes senjata nuklir jenis Taepodong--diperkirakan bisa mencapai pantai barat AS--ke arah Lautan Pasifik dan melintasi wilayah Jepang.

Mei 1999
Kim Jong-il mengizinkan pemeriksaan senjata nuklir sebagai ganti dari bantuan bahan makanan. Setidaknya 2,3 juta penduduk Korea Utara mati kelaparan.

Juni 1999
Perundingan damai Korea Utara dan Selatan di Beijing gagal.

Akhir Mei 2000
Kim Jong-il mengunjungi Beijing. Kunjungan itu yang pertama bagi pemimpin tertinggi Korea Utara ke luar negeri dalam 17 tahun terakhir.

13-15 Juni 2000
Pertemuan tingkat tinggi Kim Jong-il dengan Kim Dae-jung di Pyongyang.

30 Januari 2010
Sudah tiga hari berturut-turut pasukan Korea Utara menembakkan senjata arteleri ke arah Pulau Yeonpyeong milik Korea Selatan.

Februari 2010
Kantor berita Yonhap mengatakan Kim Jong-il berusaha keras untuk terlihat sehat dengan menghilangkan noda-noda hitam di wajahnya yang membuatnya sakit.

24 Maret 2010
Kim Jong-il dilaporkan menderita gagal ginjal kronis dan harus menjalani cuci darah. Selain itu dia juga dilaporkan menderita lumpuh di sebagian tubuhnya akibat stroke yang dideritanya pada 2008 lalu. Laporan tersebut dipaparkan Direktur Institut Strategi Keamanan Nasional Nam Sung Wook dari kantor berita Yonhap.

 
26 Maret 2010
Kapal perang Korea Selatan ditorpedo Korea Utara di wilayah perbatasan. Sebanyak 46 tentara Korea Selatan tewas.

20 Mei 2010

Penyelidik internasional berkesimpulan kapal Cheonon benar ditorpedo Korea Utara. Namun Pyongyang membantah.

29 September 2010
Kongres Partai Komunis Korea Utara menunjuk Kim Jong-un, putra bungsu Kim Jong-il, menjadi putra mahkota. Sekaligus mengangkat Kim Jong-un menjadi Jenderal Bintang Empat. Jung-Un dikabarkan baru berumur 27 tahun.

Selain Jung-Un, yang diangkat menjadi jenderal adalah Kim Kyong Hui, adik perempuan Jong-il, dan Choe Ryong Hae, pembantu terdekat keluarga Kim. Keduanya mempunya tugas penting, yakni penjaga dan pelaksana kepemimpinan kolektif Korea Utara bila Kim Jong-il meninggal dunia. Keduanya baru menyerahkan kepemimpinan kepada Jung-Un bila sudah dianggap mampu menjalankan kekuasaan.

9 Oktober 2010
Pemeritahan Kim Jong-il berhasil melakukan uji coba senjata nuklir bawah tanah. Uji coba nuklir langsung dikecam banyak negara, khususnya negara-negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, dan negara-negara Barat.

29 Oktober 2010
Angkatan Bersenjata Korea Selatan dan Korea Utara saling tembak di perbatasan

23 November 2010
Pasukan Korea Utara menembakkan artileri ke Pulau Yeonpyeong milik Korea Selatan dekat perbatasan kedua negara. Sebanyak 200 bom artileri ditembakkan pasukan Korea Utara yang dibalas sekitar 80 tembakan pasukan Korea Selatan. Akibat serangan, 15 pasukan Korea Selatan tewas. Banyak pihak menduga serangan akibat kesalnya Korea Utara setelah pasukan Korea Selatan bersama Amerika melakukan latihan perang yang berjarak 10 kilometer dari daratan Korea Utara. Surat kabar Korea Selatan, Munhwa Ilbo, menyatakan serangan telah direstui Kim yang merupakan komandan tertinggi militer.

29 November 2010
Wikileaks meluncurkan kabar kesehatan Kim. Kawat yang dikeluarkan sekitar Juni 2009 dari Kedubes Amerika di Singapura menyatakan Kim Jong-il tidak dalam kondisi sehat. Selanjutnya pada kawat bulan Juli 2009 dinyatakan Kim mengalami sakit gagal jantung.

8 November 2011

Kim Jong-il diisukan meninggal dunia. Isu kematian Kim membuat bursa saham dan mata uang Korea Selatan sempat melemah.

19 Desember 2011

Kim Jong-il dilaporkan televisi nasional meninggal pada 17 Desember 2011.







sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/12/19/118372526/p-Kim-Jong-il-dan-Sejarah-Korea-Utara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar